
Lhokseumawe, (08/06/2026). Di tengah meningkatnya kebutuhan mahasiswa untuk tampil rapi dan percaya diri di kampus, tren thrifting dan berburu pakaian preloved semakin diminati. Tidak hanya karena harga yang lebih terjangkau, tetapi juga karena menawarkan outfit unik yang sulit ditemukan di toko pakaian biasa.
Fenomena ini terlihat di kalangan mahasiswa yang menjadikan thrifting sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan fashion sehari-hari. Dengan budget yang terbatas, mahasiswa tetap dapat tampil modis tanpa harus mengeluarkan banyak uang untuk membeli pakaian baru.
Salah seorang mahasiswa yang aktif mengikuti tren thrifting mengaku sudah mulai mengenal dunia pakaian bekas sejak tahun 2022. Pengalamannya berburu pakaian di berbagai tempat membuatnya semakin tertarik dengan gaya belanja tersebut.
“Saya tertarik membeli barang thrift karena modelnya bagus, jarang dipakai orang lain, dan harganya juga sangat terjangkau,” ujar Ananda Geubrina Rizky mahasiswa USK Jurusan Ilmu Komunikasi.
Menurutnya, salah satu daya tarik utama pakaian thrift adalah model yang unik dan tidak pasaran. Berbeda dengan pakaian yang diproduksi massal, sebagian besar barang thrift hanya tersedia dalam jumlah terbatas sehingga memberikan kesan lebih eksklusif bagi penggunanya.
Untuk mendapatkan pakaian yang berkualitas, mahasiswa biasanya lebih selektif saat memilih barang. Mereka memeriksa kondisi bahan, memastikan tidak ada noda yang sulit dihilangkan, serta mengecek tingkat kelayakan pakaian sebelum memutuskan untuk membeli. Tidak jarang proses tawar-menawar juga dilakukan untuk mendapatkan harga yang lebih sesuai.
Tempat berburu pakaian thrift pun beragam, mulai dari pasar khusus pakaian bekas, toko online, hingga siaran langsung penjual di media sosial. Bahkan beberapa mahasiswa rela berburu hingga ke luar negeri untuk mendapatkan koleksi pakaian yang menarik dengan harga lebih murah.
Popularitas thrifting di kalangan mahasiswa dinilai terus meningkat karena mampu menjawab kebutuhan fashion dengan biaya yang lebih hemat. Selain itu, banyak pakaian thrift yang berasal dari merek-merek ternama sehingga mahasiswa tetap dapat tampil stylish tanpa harus menguras kantong. Dengan berbagai keuntungan tersebut, thrifting kini tidak hanya menjadi tren, tetapi juga bagian dari gaya hidup mahasiswa masa kini.
Jurnalis: Diva Zayana
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply