Benang Emas yang Menjaga Identitas: Songket Aceh Tetap Lestari dari Generasi ke Generasi

Source : suara.com

Lhokseumawe, 21 Juli 2026 – Di balik kilauan benang emas yang menghiasi selembar kain, Songket Aceh menyimpan nilai sejarah, seni, dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kain tradisional ini tidak hanya digunakan sebagai busana dalam berbagai upacara adat, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh yang mencerminkan kekayaan warisan budaya daerah.

Songket Aceh dibuat melalui proses menenun secara tradisional menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Setiap lembar kain dikerjakan dengan penuh ketelitian sehingga membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk diselesaikan. Motif-motif yang menghiasi songket memiliki makna filosofis yang menggambarkan kehormatan, kebersamaan, kemakmuran, serta nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.

Hingga saat ini, Songket Aceh masih sering digunakan dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan, peusijuek, penyambutan tamu kehormatan, hingga kegiatan resmi pemerintahan. Keindahan motif dan kualitas tenunannya menjadikan songket tidak hanya dikenal di Aceh, tetapi juga diminati oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah seorang pengrajin songket di Aceh Besar, Nurhayati (48), mengatakan bahwa menenun bukan sekadar pekerjaan, melainkan cara untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup.

“Setiap helai songket memiliki cerita dan makna. Kami berharap anak-anak muda mau belajar menenun agar budaya ini terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Pelestarian Songket Aceh juga didukung melalui berbagai kegiatan, seperti pameran kerajinan, pelatihan menenun, festival budaya, serta promosi di media digital. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan songket kepada masyarakat luas sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap karya para pengrajin lokal.

Selain digunakan sebagai pakaian adat, Songket Aceh kini mulai dikembangkan menjadi berbagai produk fesyen, seperti selendang, tas, dompet, dan busana modern. Inovasi tersebut membuat songket semakin dekat dengan kehidupan masyarakat tanpa menghilangkan ciri khas dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Bagi masyarakat Aceh, Songket bukan sekadar kain, tetapi juga lambang identitas daerah yang mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas para pengrajin. Melalui pelestarian yang terus dilakukan, Songket Aceh diharapkan tetap menjadi kebanggaan masyarakat serta terus dikenal oleh generasi mendatang sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang bernilai tinggi.

Reporter : Nana afriani

Editor : Zulfiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *