Lari Pagi Jadi Gaya Hidup Baru Mahasiswa

Lhokseumawe, 19 Juli 2026 – Aktivitas lari pagi semakin diminati oleh generasi muda sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran tubuh, olahraga ini juga menjadi sarana mengurangi stres akibat padatnya aktivitas kuliah maupun pekerjaan. Tren tersebut terlihat di berbagai ruang terbuka di Kota Lhokseumawe, terutama pada akhir pekan, ketika banyak anak muda memanfaatkan waktu pagi untuk berolahraga bersama teman maupun komunitas.

Salah satunya adalah Anisa, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh. Saat ditemui usai berlari di Lapangan Hiraq, Kota Lhokseumawe, Minggu (19/7), Anisa mengaku mulai rutin berlari sejak beberapa bulan terakhir karena ingin menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Menurutnya, lari pagi tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga membantu menjaga kesehatan mental di tengah padatnya aktivitas sebagai mahasiswa.

“Awalnya saya hanya ikut teman untuk mencoba lari pagi. Lama-kelamaan saya merasakan tubuh menjadi lebih bugar, pikiran lebih segar, dan semangat menjalani aktivitas kuliah juga meningkat. Sekarang saya berusaha meluangkan waktu setidaknya dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk berolahraga,” ujar Anisa.

Ia mengatakan bahwa kebiasaan berlari juga menjadi kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama terhadap olahraga. Selain menjaga kesehatan, aktivitas tersebut membuatnya lebih termotivasi untuk menjalani gaya hidup yang disiplin, mulai dari mengatur waktu tidur, menjaga pola makan, hingga mengurangi kebiasaan begadang.

Menurut Anisa, meningkatnya minat generasi muda terhadap olahraga lari juga dipengaruhi oleh media sosial yang sering membagikan informasi mengenai manfaat hidup sehat. Meski demikian, ia menilai bahwa motivasi utama tetap berasal dari kesadaran diri untuk menjaga kesehatan agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Fenomena lari pagi yang semakin populer menunjukkan adanya perubahan gaya hidup di kalangan generasi muda. Jika sebelumnya akhir pekan lebih banyak dihabiskan untuk beristirahat di rumah atau berkumpul di pusat perbelanjaan, kini semakin banyak mahasiswa yang memilih mengawali hari dengan berolahraga di ruang terbuka. Kebiasaan tersebut menjadi langkah positif dalam membangun pola hidup sehat sekaligus menciptakan keseimbangan antara aktivitas akademik dan kesehatan.

Lari pagi kini bukan sekadar tren, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda yang semakin peduli terhadap kesehatan fisik dan mental. Dengan rutinitas yang dilakukan secara konsisten, mahasiswa diharapkan dapat menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan produktivitas, serta menjadikan olahraga sebagai kebiasaan positif yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

BY: NAZWA FITRI ANDINI

EDITOR: JOAN AYURHAMDANI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *