
Source : ANTARAFOTO
Aceh Besar, 07,Juli,2026 – Kain songket Aceh masih menjadi salah satu identitas budaya masyarakat yang terus dipertahankan di tengah perkembangan industri fesyen modern.
Selain digunakan sebagai busana adat, songket juga memiliki nilai filosofi yang mencerminkan sejarah, adat istiadat, dan jati diri masyarakat Aceh.
Songket dibuat secara manual menggunakan alat tenun tradisional dengan benang emas atau perak. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian tinggi dan dapat memakan waktu hingga beberapa minggu, bergantung pada tingkat kerumitan motif.
Salah seorang perajin songket di Aceh Besar, Marziah, mengatakan menenun bukan hanya pekerjaan untuk menghasilkan kain, tetapi juga upaya menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Setiap motif songket memiliki makna tersendiri. Kami berharap generasi muda ikut mempelajari seni menenun agar warisan budaya Aceh tetap terjaga dan tidak hilang oleh perkembangan zaman,” katanya.
Hingga kini, songket masih digunakan dalam berbagai kegiatan adat, seperti pernikahan, peusijuek, penyambutan tamu kehormatan, dan acara resmi.Berbagai motif khas yang dimiliki juga menjadi simbol nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain mempertahankan teknik tenun tradisional, para perajin mulai memanfaatkan media digital untuk memperkenalkan dan memasarkan hasil tenun ke berbagai daerah.Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus menjaga keberlangsungan songket sebagai identitas budaya Aceh.
Reporter : Risna Maulina
Editor : Zulfiana
Leave a Reply