Deru Mesin Kopi Menjadi Saksi Perjuangan Nabila Mengejar Toga Impian

Source doc: unplash.com

Lhokseumawe, (01/06/2026). Suara alarm ponsel berdering nyaring tepat pukul 04.00 WIB. Di sebuah kamar kos sempit berukuran 3×3 meter, Nabila (21) langsung terbangun.

Matanya masih merah karena baru terpejam tiga jam lalu. Tanpa membuang waktu, mahasiswi semester enam jurusan Akuntansi ini bergegas merapikan tumpukan kertas folio di mejanya, berganti pakaian, lalu memacu motor tuanya menembus dinginnya embun pagi. Perjalanan panjang 18 jam sehari untuk merajut masa depan baru saja dimulai.

Nabila adalah satu dari ribuan potret mahasiswa Universitas Malikussaleh yang harus menjalani kehidupan ganda. Di pagi hingga siang hari, ia adalah mahasiswi yang aktif berdiskusi di ruang kuliah.

Namun begitu matahari bergeser ke barat, perannya berubah total menjadi kasir sekaligus pelayan di sebuah kedai kopi yang sibuk hingga tengah malam. Kuliah sambil bekerja bukan lagi sebuah pilihan gaya hidup baginya, melainkan satu-satunya cara bertahan hidup demi meraih gelar sarjana.

Keputusan berat ini diambil Nabila sejak tahun 2024 lalu saat bisnis UMKM milik ayahnya bangkrut akibat terlilit utang. Sang ayah jatuh sakit, sementara uang tabungan keluarga habis tak bersisa.

Sebagai anak sulung, Nabila dihadapkan pada dua pilihan sulit: berhenti kuliah atau mencari uang sendiri untuk membayar UKT (Uang Kuliah Tunggal).

“Kalau tidak kerja, saya harus putus kuliah. Orang tua sudah tidak punya biaya,” ujar Nabila lirih. Di tengah kegigihannya, tetap saja fisiknya sering kali tumbang akibat kelelahan akut.

Selesai kuliah pukul 14.00 WIB, ia langsung berdiri di balik mesin kopi hingga pukul 23.00 WIB. Tugas kuliah yang menumpuk terpaksa ia selesaikan pada dini hari.

Nilai akademiknya bahkan sempat merosot tajam karena ia sering ketiduran di kelas akibat dehidrasi dan kurang tidur. Meski berat, foto kedua orang tuanya di dalam dompet selalu menjadi obat penawar lelah.

Reporter: Shafa Zahwah

Editor: Afifa Khairiyah

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *