Di Balik Tumpukan Buku Pinjaman, Nurul yang Diam-Diam Membantu Temannya Tetap Bisa Kuliah

Source Doc: okezone.edukasi.com

Lhokseumawe, (11/07/2026). Tas ransel Nurul selalu terlihat lebih padat dan berat dibandingkan dengan milik mahasiswa pada umumnya.

Di dalam tas itu, ada beberapa buku teks dan sebuah laptop yang sengaja ia bawa demi menyambung napas kuliah seorang temannya.

Niat tulus ini berawal saat Nurul mendapati salah satu teman sekelasnya mulai sering membolos karena tidak punya modal untuk membeli buku.

Merasa iba sekaligus bergerak secara spontan, ia memutuskan untuk mengumpulkan buku-buku bekas layak pakai dan meminjamkan perangkat elektroniknya yang jarang terpakai.

Bagi Nurul, bantuan yang ia berikan tidak perlu diumbar. Ia selalu menyerahkan pinjaman barang-barang tersebut secara privat agar tidak melukai privasi maupun harga diri sang teman yang sedang berjuang secara finansial.

Dampak dari aksi sunyi yang dilakukan Nurul ini ternyata berbuah sangat manis bagi kelangsungan akademis sahabatnya.

Berkat pinjaman fasilitas tersebut, sang teman kini tidak lagi tertinggal materi pelajaran dan bisa mengumpulkan tugas tepat waktu tanpa kendala berarti.

Di tengah ketatnya persaingan nilai IPK antar-mahasiswa, Nurul justru memilih fokus mengulurkan tangan bagi mereka yang hampir terjatuh.

Ia meyakini bahwa bangku perkuliahan harus tetap ramah dan bisa diakses oleh siapa saja, termasuk mereka yang sedang dihimpit keterbatasan ekonomi.

“Selagi saya bisa bantu, saya akan bantu. Bagi saya membantu bukan ketika kita bisa tapi ketika kita mau” ujar nya.

Langkah kecil yang konsisten dari Nurul ini memotret sebuah arti solidaritas sejati yang mulai langka di era modern.

Lewat lembar demi lembar buku yang dipinjamkan, sebuah harapan besar untuk bisa wisuda bersama sedang dirajut dengan penuh ketulusan.

Reporter: Salsabila Ayu

Editor: Afifa Khairiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *