
Source Doc: Palapanews.com
Lhokseumawe, (06/07/2026). Jam dinding baru menunjukkan pukul 04.30 WIB saat angin malam masih bertiup kencang, namun langkah kaki Pak Rahman (52) sudah menggema di koridor kampus yang sepi.
Mengenakan seragam khasnya, ialah sosok di balik layar kampus yang memulai ritual harian menyapu guguran daun dan membersihkan ruang kelas.
Di saat sebagian besar civitas akademika masih terlelap, bapak ini sudah bersiap memastikan seluruh area siap menyambut aktivitas akademik beberapa jam lagi.
Sebagai petugas kebersihan, Pak Rahman memikul tanggung jawab besar untuk menjaga roda kehidupan kampus tetap berputar dengan nyaman.
Baginya, bekerja sejak dini hari sebelum fajar adalah sebuah keharusan agar debu-debu tidak mengganggu konsentrasi belajar para mahasiswa.
Pakaian kerja oranye yang melekat di tubuhnya bukan sekadar seragam, melainkan simbol dedikasi yang ia jalani demi kenyamanan ribuan orang setiap harinya.
Selama lebih dari 12 tahun mengabdi, suka duka telah kenyang ia rasakan sepanjang perjalanannya menjaga kebersihan lingkungan kampus.
Sukanya hadir saat melihat senyum para mahasiswa yang datang pagi untuk belajar.
“Senang aja melihat mereka datang dengan tawa yang bahagia, semangat mengejar mimpi yang kelihatannya begitu besar karna saya juga terkadang melihat diri saya yang dulu ketika melihat mereka,” ucapnya.
Namun, dukanya juga tak jarang menghampiri ketika ia harus menghadapi rasa lelah fisik yang luar biasa atau melihat sampah yang kembali berserakan sesaat setelah dibersihkan.
Di balik semua tantangan itu, kerja keras demi kenyamanan tetap menjadi bahan bakar yang membakar semangatnya.
Keikhlasan hati Pak Rahman terpancar nyata dari kilap lantai gedung dan keasrian taman kampus yang selalu tertata rapi.
Ia adalah bukti nyata bahwa kenyamanan fasilitas akademis yang dinikmati hari ini berakar dari tetesan keringat seseorang yang bekerja keras dalam sunyi sebelum matahari terbit.
Reporter: Shafa Zahwah
Editor: Afifa Khairiyah
Leave a Reply