Di Balik Lembaran Album Usang, Ada Rindu Putra Yang Tak Pernah Usai

Source Doc: unplash.com

Lhokseumawe, (14/7/2026). Jemari Putra (19) berhenti pada selembar foto yang mulai memudar, memperlihatkan dirinya yang masih balita berada di pelukan sang ibu dengan ayah yang berdiri di samping sambil tersenyum.

Foto itu selalu ia lihat setiap kali pulang ke kampung halaman, seolah menjadi satu-satunya cara untuk mengingat wajah kedua orang tuanya yang telah lama tiada.

Kenangan tentang ayah dan ibu tak banyak tersisa dalam ingatannya karena mereka meninggal saat usianya masih sangat kecil.

Sejak saat itu, Putra dibesarkan oleh sang kakek yang hingga kini masih tinggal di kampung, menjadi tempatnya pulang sekaligus satu-satunya orang yang menjaga cerita tentang kedua orang tuanya.

Album foto itu bukan hanya berisi gambar-gambar lama, tetapi juga menyimpan kisah yang selalu diceritakan ulang oleh sang kakek saat mereka duduk bersama di ruang tamu.

Dari cerita itulah Putra mengenal sosok ayah yang pekerja keras dan ibu yang dikenal penyayang, meski ia tak sempat merasakan kasih sayang mereka hingga dewasa.

“Setiap pulang aku pasti buka album itu, terus kakek mulai cerita lagi tentang ayah sama ibu. Ceritanya mungkin sama, tapi aku nggak pernah bosan karena dari situlah aku merasa masih bisa mengenal mereka,” ujar Putra.

Kini Putra menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa di Lhokseumawe dengan membawa setiap pesan yang pernah disampaikan sang kakek, mulai dari pentingnya bersikap jujur, menghargai orang lain, hingga tidak menyerah mengejar pendidikan.

Baginya, menyelesaikan kuliah adalah cara sederhana untuk meneruskan harapan yang pernah dimiliki kedua orang tuanya.

Meski waktu terus berlalu, rasa rindu itu tidak pernah benar-benar hilang dan justru tumbuh dalam bentuk yang berbeda.

Bukan lagi menunggu pelukan atau suara yang memanggil namanya, melainkan melalui foto-foto lama yang tetap dirawat dan cerita-cerita sederhana yang terus hidup di dalam rumah sang kakek.

Di balik album yang mulai usang, Putra menemukan lebih dari sekadar kenangan masa kecil.

Ia menemukan alasan untuk terus melangkah, karena baginya cinta orang tua tidak selalu hadir melalui kebersamaan yang panjang, tetapi juga melalui kenangan yang tetap dijaga hingga hari ini.

Reporter: Rahma Annisa Siregar

Editor: Afifa Khairiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *