
Lhokseumawe, 16 Juni 2026 – Aktivitas begadang untuk menyelesaikan tugas kian menjadi hal biasa di kalangan mahasiswa. Banyaknya pekerjaan kuliah, keterlibatan dalam organisasi, dan berbagai aktivitas lainnya menjadikan malam hari sebagai waktu yang lebih dipilih untuk belajar dan menyelesaikan tugas.
Nazwa Annisa mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), mengungkapkan bahwa suasana di malam hari yang lebih tenang membantunya untuk lebih fokus. Namun, ia juga menyadari bahwa begadang sering kali membuatnya merasa lelah saat mengikuti perkuliahan di hari berikutnya.
“Jika ada banyak tugas, saya sering menyelesaikannya hingga larut malam karena lebih mudah berkonsentrasi. Tapi keesokan harinya kadang saya merasa ngantuk saat kuliah,” Ujar Nazwa Annisa , Selasa (16/6)
Walaupun dianggap membantu dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, kebiasaan begadang dapat memiliki konsekuensi negatif bagi kesehatan. Kurang tidur dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi, cepat merasa lelah, serta menurunnya produktivitas dalam belajar.
Oleh karena itu, mahasiswa disarankan untuk mengatur waktu dengan lebih baik dan menyelesaikan tugas secara bertahap agar tidak menumpuk mendekati tenggat waktu. Dengan manajemen waktu yang baik, tugas bisa dirampungkan tanpa harus mengorbankan waktu istirahat atau kesehatan.
Meskipun begadang telah menjadi bagian dari kehidupan beberapa mahasiswa, praktik ini sebaiknya dibatasi agar tidak berdampak negatif pada kesehatan dan prestasi akademik.
Jurnalis: Nia Amelia
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply