Bangun Kebersamaan di Tanah Rantau, IMATAPSI Perkuat Solidaritas Mahasiswa Sibolga dan Tapanuli Tengah

Lhokseumawe , 2 Juni 2026 — Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal), Afifah Khairiyah, membagikan pengalamannya beradaptasi sebagai mahasiswa perantau asal Sibolga yang menempuh pendidikan di Kota Lhokseumawe. Menurutnya, keberadaan IMATAPSI (Ikatan Mahasiswa Tapanuli Tengah dan Sibolga) menjadi salah satu faktor penting yang membantu dirinya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Bagi Afifah, merantau ke Aceh tidak memberikan culture shock yang terlalu besar karena kehidupan masyarakat di Aceh dan Sibolga memiliki banyak kesamaan. Namun, ia mengakui terdapat beberapa perbedaan yang cukup terasa, terutama dalam tradisi dan penerapan nilai-nilai keagamaan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, perbedaan yang paling menonjol terlihat saat waktu salat dan bulan Ramadan.

“Kalau culture shock sebenarnya tidak terlalu, karena kehidupan di Aceh dan Sibolga tidak jauh berbeda. Tetapi secara tradisi memang cukup berbeda. Yang paling terasa itu saat waktu salat dan bulan puasa. Di Aceh, ketika masuk waktu salat seperti Magrib, banyak warung yang tutup. Saat puasa juga warung-warung tutup dari pagi sampai sore, sedangkan di Sibolga masih banyak yang buka karena masyarakatnya terdiri dari berbagai agama dan suku,” ujar Afifah.

Selain itu, ia juga melihat adanya perbedaan dalam norma sosial. Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki aturan yang lebih ketat terkait cara berpakaian dan pergaulan dibandingkan daerah asalnya. Meski begitu, ia menganggap perbedaan tersebut sebagai pengalaman baru yang menambah wawasannya tentang keberagaman budaya di Indonesia.

Dalam proses adaptasi, Afifah mengaku sangat terbantu dengan kehadiran IMATAPSI. Organisasi daerah tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa asal Tapanuli Tengah dan Sibolga untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, serta memberikan dukungan selama menjalani perkuliahan di Lhokseumawe. Ia mengatakan, peran IMATAPSI sudah dirasakan bahkan sebelum dirinya tiba di Lhokseumawe melalui kegiatan Maberca atau Masa Berkenalan Calon Mahasiswa Baru. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat mengenal mahasiswa lain yang berasal dari daerah yang sama sehingga tidak merasa sendirian saat merantau.

“Saat itu saya masih di kampung dan belum datang ke Lhokseumawe. Kami mengikuti kegiatan Maberca dan mulai berkenalan dengan teman-teman yang satu daerah. Jadi ketika sampai di sini sudah punya teman dan tidak takut sendirian di perantauan,” katanya.

Menurut Afifah, keberadaan teman-teman satu daerah membuat proses komunikasi dan penyesuaian diri menjadi lebih mudah. Kehadiran paguyuban juga memberikan rasa nyaman karena mahasiswa memiliki tempat untuk berbagi cerita dan saling membantu ketika menghadapi kesulitan. Peran tersebut semakin terasa ketika banjir melanda wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya. Saat itu, IMATAPSI membantu para anggotanya dengan membentuk dapur darurat serta memberikan dukungan kepada mahasiswa yang terdampak bencana.

“Waktu banjir kemarin, IMATAPSI sangat membantu. Kami membuat dapur darurat dan saling membantu satu sama lain. Saat itu banyak orang tua yang sulit menghubungi anaknya karena jaringan terganggu. Kehadiran paguyuban membuat kami tetap bisa bertahan dan merasa tenang. Rasa kekeluargaannya sangat terasa,” ungkapnya.

Saat ini, Afifah juga aktif sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) di IMATAPSI. Melalui program kerja jurnalistik dan peliputan kegiatan organisasi, ia dapat menerapkan ilmu komunikasi yang dipelajarinya di bangku kuliah. Menurutnya, IMATAPSI bukan hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga keluarga bagi mahasiswa perantau untuk saling membantu, belajar, dan berkembang selama menjalani kuliah di Lhokseumawe. “IMATAPSI bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga menjadi keluarga bagi mahasiswa perantau. Di sana kami bisa saling membantu, belajar bersama, dan berkembang selama menjalani kuliah di Lhokseumawe,” tutupnya.

Reporter : Nana Afriani

Editor : Zulfiana

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *