
Lhokseumawe, 18 Juni 2026 – Aktif berorganisasi tidak selalu menjadi penghambat prestasi akademik. Dengan manajemen waktu yang baik dan kemampuan menentukan skala prioritas, mahasiswa tetap dapat menjalankan keduanya secara seimbang.
Mahasiswa berprestasi Universitas Malikussaleh, Desi Fatmasari, mengatakan bahwa kunci utama menyeimbangkan kuliah dan organisasi adalah memiliki target yang jelas serta menyusun skala prioritas.
“Yang pertama saya lakukan adalah membuat skala prioritas. Misalnya, saya menentukan target yang ingin saya capai di setiap semester. Setelah itu saya menyusun jadwal kegiatan dan mengoptimalkan waktu yang ada agar semua aktivitas dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Meski demikian, Desi mengakui bahwa jadwal kuliah dan organisasi yang sering berbenturan menjadi tantangan terbesar. Padatnya aktivitas juga terkadang membuatnya lupa meluangkan waktu untuk beristirahat.
“Tantangan terbesar adalah ketika jadwal kuliah dan organisasi bentrok. Kadang juga karena terlalu banyak kegiatan, kita jadi lupa istirahat dan terlalu memaksakan diri,” katanya.
Menurut Desi, organisasi justru memberikan dampak positif terhadap prestasi akademiknya karena membuka peluang untuk menambah relasi, pengalaman, dan pengetahuan.
“Sejauh ini organisasi tidak memengaruhi prestasi akademik saya. Justru melalui organisasi saya mendapat banyak relasi, pengetahuan, dan peluang baru yang membantu meningkatkan prestasi,” jelasnya.
Di akhir wawancara, Desi mengajak mahasiswa untuk memiliki motivasi dan target yang jelas selama menjalani perkuliahan. Ia juga mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya mengejar nilai, tetapi turut memanfaatkan organisasi sebagai wadah untuk mencari pengalaman dan memperluas relasi sebagai bekal di masa depan.
Penulis: Fitri Yani Napitupulu
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply