Wahyu dan Jejak Serpihan Kenangan Korban Kebakaran

Source Doc: Pinterest

Lhokseumawe, (27/06/2026). Di sela kesibukan kuliahnya, Wahyu (21) tergerak untuk merajut kembali kepingan memori yang sempat hangus dilahap api di Gampong Jawa Lama. Ia memulai mengumpulkan dokumentasi personal dengan menyusun buku kenangan berisi kisah-kisah penyintas kebakaran yang terjadi pada awal Mei lalu.

Proses ini tidak sekadar menjadi aktivitas pendokumentasian bagi mahasiswa tersebut. Wahyu secara rutin mendatangi tenda pengungsian untuk mewawancarai warga mengenai barang atau momen berharga yang sempat mereka miliki sebelum tragedi itu terjadi.

Wahyu mengaku bahwa setiap lembar buku tersebut bukanlah sekadar tumpukan kertas berisi tulisan. Ia berupaya menyulam nama-nama pemilik rumah ke dalam narasi agar memori tentang hunian mereka yang telah tiada tetap terjaga dalam bentuk tulisan yang abadi.

Reaksi para korban pun sangat mengharukan karena mereka merasa keberadaan mereka tidak terlupakan oleh orang lain. Dokumentasi ini memberikan makna baru bagi warga bahwa meskipun rumah fisik telah musnah, cerita dan identitas mereka sebagai komunitas tetap memiliki tempat untuk terus diingat.

Melalui proyek ini, Wahyu berharap masyarakat luas tidak hanya melihat angka 77 rumah yang terbakar sebagai statistik belaka. Ia ingin agar setiap jiwa di balik peristiwa itu memiliki kesempatan untuk dikenali kisahnya sebagai bagian dari sejarah ketangguhan warga Gampong Jawa Lama.

Inisiatif sederhana ini kini perlahan menjadi pengikat memori kolektif bagi seluruh pengungsi yang kehilangan harta bendanya. Wahyu membuktikan bahwa di tengah abu sisa kebakaran, empati dan perhatian mampu menyembuhkan luka sekaligus menjaga harapan untuk masa depan.

Reporter: Salsabila Ayu

Editor: Afifa Khairiyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *