
Blang Pulo, 01 Juli 2026 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah kebiasaan belajar mahasiswa di lingkungan kampus. Salah satu aplikasi yang paling banyak dimanfaatkan adalah ChatGPT.
Kehadirannya dinilai mampu membantu mahasiswa menyelesaikan berbagai tugas kuliah dengan lebih cepat, mulai dari mencari informasi, membuat rangkuman, hingga menyusun kerangka makalah. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Fiqri Alwan, mahasiswa Teknik Informatika angkatan 2024 Universitas Malikussaleh, mengaku mulai menggunakan ChatGPT ketika beban tugas kuliah semakin meningkat. Menurutnya, AI menjadi solusi untuk memahami materi yang sulit dipahami dari penjelasan dosen maupun buku.
“ChatGPT membantu saya mendapatkan gambaran awal suatu materi dan memahami penjelasan dengan bahasa yang lebih sederhana,” ujar Fiqri.
Ia mengatakan, ChatGPT sering dimanfaatkan untuk mata kuliah seperti pemrograman, algoritma, basis data, sistem informasi, hingga mata kuliah teori lainnya. Selain itu, AI juga digunakan untuk membantu menyusun struktur makalah, memperbaiki kalimat, serta mencari contoh penyelesaian tugas.
Menurut Fiqri, alasan utama mahasiswa memilih ChatGPT adalah karena kemudahan akses dan kecepatan dalam memberikan jawaban. Dibandingkan mencari referensi secara konvensional, AI dinilai lebih efisien dalam memberikan gambaran awal mengenai suatu topik.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa informasi yang diberikan tetap harus diverifikasi dengan sumber lain agar sesuai dengan materi perkuliahan.
Di sisi lain, penggunaan AI juga membawa tantangan tersendiri. Fiqri menilai ChatGPT memang dapat membantu memahami materi dari berbagai sudut pandang, tetapi penggunaan yang berlebihan berpotensi membuat mahasiswa bergantung pada teknologi dan mengurangi inisiatif untuk mencari referensi secara mandiri.
Ia berpendapat bahwa AI seharusnya dimanfaatkan sebagai alat pendukung proses belajar, bukan sebagai pengganti. Mahasiswa tetap perlu membaca buku, jurnal, dan materi yang diberikan dosen, kemudian menggunakan ChatGPT untuk memperjelas pemahaman atau membandingkan informasi.
Dengan penggunaan yang bijak, AI dapat menjadi sarana belajar yang efektif tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis yang menjadi bekal penting dalam dunia akademik.
By: Diva Zayana
Leave a Reply