Tradisi Peutron Aneuk menjadi syarat Tasyakuran dalam Adat Aceh

Source : Budaya Aceh

Lhokseumawe , 23/06/2026 – Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat Aceh masih mempertahankan berbagai tradisi warisan leluhur, salah satunya adalah Peutron Aneuk, sebuah upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran bayi. Tradisi ini menjadi salah satu simbol kuatnya nilai budaya dan kekeluargaan yang masih dijaga oleh masyarakat Aceh hingga saat ini.

Peutron Aneuk, yang secara harfiah berarti “turun anak”, merupakan tradisi yang dilakukan ketika seorang bayi pertama kali diperkenankan menginjak tanah atau dibawa keluar rumah untuk diperkenalkan kepada lingkungan sekitar. Upacara ini biasanya dilaksanakan dua bulan setelah kelahiran bayi dan melibatkan keluarga besar serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, keluarga akan menyiapkan berbagai perlengkapan adat dan makanan tradisional sebagai bagian dari prosesi. Bayi kemudian digendong oleh anggota keluarga yang dituakan sebelum secara simbolis diturunkan ke tanah. Prosesi tersebut diiringi doa-doa yang dipanjatkan agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berakhlak baik, dan berguna bagi agama, keluarga, serta masyarakat.

Bagi masyarakat Aceh, tradisi Peutron Aneuk tidak hanya menjadi seremoni adat semata, tetapi juga mengandung makna mendalam. Upacara ini melambangkan pengenalan anak kepada lingkungan sosialnya sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran dan keselamatan bayi.

Selain itu, tradisi ini juga mempererat hubungan kekeluargaan karena melibatkan banyak anggota keluarga dan tetangga yang hadir untuk memberikan doa serta dukungan kepada orang tua dan bayi yang baru lahir.

Masyarakat Aceh menilai bahwa keberadaan Peutron Aneuk merupakan bagian penting dari identitas budaya daerah yang perlu terus dilestarikan. Di tengah arus globalisasi, tradisi tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap adat istiadat masih memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

Melalui pelestarian tradisi Peutron Aneuk, masyarakat Aceh tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga mewariskan nilai-nilai kehidupan kepada generasi berikutnya agar tetap mengenal dan menghargai akar budayanya sendiri.


Reporter : Risna Maulina

Editor : Zulfiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *