
Lhokseumawe – Menyusun skripsi menjadi salah satu fase yang paling menantang bagi mahasiswa tingkat akhir. Tidak hanya dituntut menyelesaikan penelitian, mahasiswa juga harus menjaga konsistensi di tengah padatnya aktivitas akademik maupun organisasi.
Beragam kendala kerap dihadapi, mulai dari menentukan topik penelitian, mencari referensi ilmiah, hingga menjalani proses bimbingan dan revisi. Kondisi tersebut membuat banyak mahasiswa harus mampu mengatur waktu dan menjaga motivasi agar tetap fokus menyelesaikan tugas akhir.
Salah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Dama Yanti, mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam menyusun skripsi bukan hanya proses menulis, tetapi mempertahankan semangat hingga selesai.
“Menurut saya, skripsi mengajarkan kita untuk tetap konsisten. Ada saatnya merasa jenuh atau buntu, tetapi saya mencoba tetap disiplin dengan membuat target kecil setiap hari dan aktif berdiskusi dengan dosen pembimbing maupun teman,” ujarnya.
Dama menambahkan, dukungan dari keluarga dan teman juga menjadi penyemangat selama menjalani proses penyusunan skripsi. Menurutnya, waktu istirahat yang cukup juga penting agar tetap produktif dan tidak mudah merasa lelah.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat akhir sering menghadapi stres akademik selama proses penyusunan skripsi. Faktor seperti manajemen waktu, dukungan sosial, serta komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing dapat membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir dengan lebih optimal.
Meski penuh tantangan, Dana berharap mahasiswa tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan. Ia meyakini bahwa setiap proses yang dilalui selama menyusun skripsi akan menjadi bekal untuk menghadapi tantangan di dunia kerja maupun kehidupan setelah lulus.
Jurnalis: Fitri Yani Napitupulu
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply