Rumoh Aceh Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Source : KOMPAS .com

Lhokseumawe, 25/06/2026 – Di tengah pesatnya pembangunan rumah bergaya modern, keberadaan Rumoh Aceh, rumah adat masyarakat Aceh, semakin jarang ditemukan. Padahal, bangunan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun ini bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya dan kearifan lokal masyarakat Aceh.

Rumoh Aceh dibangun menggunakan material alami seperti kayu, bambu, dan daun rumbia. Bentuknya berupa rumah panggung yang ditopang oleh tiang-tiang kayu, sehingga mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan, seperti banjir dan gempa. Selain memiliki fungsi praktis, setiap bagian rumah juga mengandung nilai filosofis yang mencerminkan kehidupan masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi adat, kebersamaan, dan nilai-nilai keislaman.

Seiring perkembangan zaman, keberadaan Rumoh Aceh semakin terancam. Tidak sedikit pemilik rumah yang memilih merobohkan Rumoh Aceh warisan keluarga untuk digantikan dengan bangunan bergaya modern yang dinilai lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan masa kini. Akibatnya, jumlah rumah adat yang dulunya mudah dijumpai di berbagai gampong kini terus berkurang.

Meski demikian, berbagai pihak terus berupaya menjaga keberadaan Rumoh Aceh melalui kegiatan pelestarian budaya, pengembangan wisata sejarah, serta edukasi kepada generasi muda. Beberapa Rumoh Aceh masih dapat ditemukan di desa-desa tertentu, kawasan wisata budaya, dan museum sebagai bukti kekayaan arsitektur tradisional Aceh yang tetap dijaga hingga saat ini.

Pelestarian Rumoh Aceh tidak hanya bertujuan mempertahankan bentuk fisik bangunannya, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Rumah adat ini menjadi pengingat akan kehidupan masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi gotong royong, penghormatan kepada tamu, serta hubungan harmonis antara manusia, alam, dan budaya.

Di era digital, pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi juga dinilai dapat menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan Rumoh Aceh kepada masyarakat luas. Dokumentasi digital, promosi wisata budaya, hingga kegiatan edukasi di sekolah diharapkan mampu meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap pentingnya melestarikan warisan budaya daerah.

Rumoh Aceh bukan sekadar bangunan tradisional, melainkan simbol perjalanan sejarah dan identitas masyarakat Aceh. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya tersebut tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Reporter : Nana Afriani

Editor : Zulfiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *