Minat Baca Mahasiswa di Tengah Kemudahan Digital

Source by kajianpustaka.com

Lhokseumawe, 30 Juni 2026 | Perkembangan teknologi telah mengubah cara mahasiswa memperoleh informasi. Kini materi kuliah, jurnal, hingga pembahasan suatu topik dapat ditemukan hanya dalam hitungan detik melalui internet. Kemudahan ini memang membantu proses belajar, tetapi tanpa disadari juga memengaruhi minat baca, terutama terhadap buku kuliah. Tidak sedikit mahasiswa yang lebih memilih membaca ringkasan materi atau menonton video singkat dibandingkan membuka buku yang menjadi sumber utama pembelajaran.

Menurut penulis, salah satu penyebab mahasiswa malas membaca adalah perubahan kebiasaan dalam mengonsumsi informasi. Media sosial membuat banyak orang terbiasa dengan konten yang singkat dan cepat dipahami sehingga membaca buku yang penuh teori terasa membosankan. Selain itu, padatnya jadwal kuliah, tugas, organisasi, hingga aktivitas lain membuat mahasiswa cenderung mencari cara yang lebih praktis untuk menyelesaikan kewajiban akademik. Akibatnya, membaca buku sering dilakukan hanya ketika ada ujian atau tugas besar.

Padahal, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami, menganalisis, dan menyimpulkan informasi. Buku kuliah umumnya menyajikan penjelasan yang lebih lengkap dibandingkan ringkasan di internet. Dengan membiasakan diri membaca, mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang lebih mendalam, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta lebih percaya diri saat berdiskusi maupun menyampaikan pendapat.

Pada akhirnya, menumbuhkan minat baca tidak harus dimulai dengan target yang besar. Membaca beberapa halaman setiap hari atau meluangkan waktu sekitar 20–30 menit sudah menjadi langkah yang baik untuk membangun kebiasaan. Di era digital, teknologi seharusnya menjadi pelengkap dalam proses belajar, bukan alasan untuk meninggalkan budaya membaca. Jika budaya literasi terus dijaga, mahasiswa tidak hanya akan lebih siap menghadapi perkuliahan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan yang lebih kuat untuk menghadapi dunia kerja dan kehidupan di masa depan.

Penulis: Fadilla
Editor: Adilah Syahputri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *