
Lhokseumawe, 29 Juni 2026 – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat turut membawa perubahan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk gaya hidup mahasiswa.
Kehadiran media sosial seperti Instagram, TikTok, X, dan YouTube kini tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga menjadi faktor utama yang memengaruhi lifestyle mahasiswa di era modern.
Salah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Mira Salsabila, mengungkapkan bahwa perubahan gaya hidup mahasiswa saat ini sangat dipengaruhi oleh tren yang berkembang di media sosial.
Menurutnya, perubahan tersebut dapat dilihat dari cara mahasiswa berpakaian, memilih tempat nongkrong, hingga kebiasaan mengikuti tren yang sedang viral.
“Perubahan yang paling terlihat adalah cara mahasiswa berpakaian, memilih tempat nongkrong, serta kebiasaan mengikuti tren yang sedang viral di media sosial. Banyak mahasiswa yang juga mulai tertarik membuat konten untuk dibagikan di media sosial mereka,” ujar Mira.
Mira menjelaskan bahwa influencer dan teman sebaya menjadi pihak yang paling berpengaruh dalam membentuk gaya hidup mahasiswa. Kehadiran influencer dengan berbagai konten menarik dinilai mampu mendorong mahasiswa untuk mengikuti tren tertentu, baik dalam bidang fashion, kuliner, maupun gaya hidup sehari-hari.
Selain influencer, lingkungan pertemanan juga memiliki peran penting. Secara tidak langsung, mahasiswa cenderung menyesuaikan diri dengan gaya hidup teman-temannya agar dapat diterima dalam lingkungan sosial.
Mahasiswa biasanya lebih sering mengikuti tren ketika tren tersebut sedang ramai diperbincangkan di media sosial. Waktu luang setelah perkuliahan, akhir pekan, maupun masa libur semester menjadi momen yang sering dimanfaatkan untuk mencoba berbagai tren yang sedang populer.
Gaya hidup yang dipengaruhi media sosial umumnya diterapkan di berbagai tempat, seperti lingkungan kampus, kafe, pusat perbelanjaan, hingga media sosial pribadi. Banyak mahasiswa yang membagikan aktivitas sehari-hari mereka melalui unggahan foto maupun video sebagai bentuk ekspresi diri.
Menurut Mira, media sosial dianggap sebagai faktor utama perubahan lifestyle mahasiswa karena hampir seluruh mahasiswa mengakses media sosial setiap hari. Arus informasi yang cepat membuat tren baru mudah tersebar dan diikuti oleh banyak orang dalam waktu singkat.
“Media sosial memberikan banyak manfaat, seperti menambah informasi dan inspirasi. Namun, jika tidak digunakan dengan bijak, media sosial juga dapat memicu perilaku konsumtif karena mahasiswa cenderung membeli sesuatu hanya untuk mengikuti tren,” jelasnya.
Penulis: Nazwa Fitri Andini
Leave a Reply