Fokus Kuliah Jadi Prioritas, Mahasiswa Tetap Nilai Organisasi Penting untuk Pengembangan Diri

Lhokseumawe, (12/06/2026) – Di tengah berbagai peluang yang tersedia selama masa perkuliahan, mahasiswa sering dihadapkan pada pilihan antara fokus kuliah, mengikuti organisasi, atau menjalani magang. Setiap pilihan memiliki manfaat dan tantangan tersendiri yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan tujuan dan kemampuan masing-masing.

Bagi Reza Adami, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh angkatan 2024, fokus pada perkuliahan menjadi pilihan utama yang saat ini diprioritaskannya. Menurutnya, kuliah merupakan tanggung jawab utama seorang mahasiswa dan menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan masa depan.

Reza menuturkan bahwa seiring bertambahnya semester, materi perkuliahan semakin kompleks dan berkaitan langsung dengan persiapan karier maupun penyelesaian studi. Karena itu, menjaga kualitas akademik menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Meski demikian, ia menilai organisasi tetap memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan mahasiswa di luar ruang kelas.

“Menurut saya, kuncinya bukan memilih salah satu secara mutlak, tapi bagaimana mengatur waktu dan tahu batas kemampuan diri sendiri,” ujar Reza.

Menurutnya, organisasi memberikan banyak pengalaman yang tidak selalu diperoleh dalam proses perkuliahan. Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dalam tim, hingga menghadapi berbagai karakter dan perbedaan pendapat menjadi nilai tambah yang dapat membantu mahasiswa dalam kehidupan sosial maupun dunia kerja nantinya.

Dalam perjalanannya sebagai mahasiswa, Reza mengaku pernah mengalami dilema ketika harus membagi waktu antara kegiatan organisasi dan tanggung jawab akademik. Jadwal rapat yang bertepatan dengan tugas kuliah atau kegiatan kampus lainnya kerap menjadi tantangan tersendiri. Untuk mengatasinya, ia berusaha menentukan prioritas berdasarkan situasi yang dihadapi.

Ketika memasuki masa ujian atau tugas perkuliahan sedang menumpuk, ia memilih untuk lebih fokus pada akademik. Sebaliknya, saat kondisi perkuliahan lebih stabil, ia memanfaatkan waktu untuk aktif dalam organisasi dan mengikuti kegiatan yang dapat menambah pengalaman.

Reza menilai pilihan untuk menyeimbangkan kuliah dan organisasi memberikan banyak manfaat. Selain tetap menjaga prestasi akademik, ia juga memperoleh relasi yang lebih luas dan meningkatkan kepercayaan diri dalam berinteraksi dengan orang lain. Meski demikian, ia menyadari bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi, termasuk risiko kelelahan akibat padatnya aktivitas dan kemungkinan melewatkan beberapa kesempatan magang.

Baginya, kombinasi antara akademik dan pengalaman organisasi merupakan bekal yang saling melengkapi. Akademik memberikan dasar ilmu pengetahuan, sementara organisasi membantu mengasah keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama yang dibutuhkan dalam dunia kerja di masa depan

Jurnalis: Diva Zayana

Editor: Joan Ayurahmadani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *