
Source Doc: donasionline.id
Lhokseumawe, (24/06/2026). Aroma gurih sup ayam yang harum menyeruak dari sebuah dapur kos sempit di kawasan Muara Dua, Lhokseumawe, tempat Salsa (21) bersama tiga temannya sibuk memasak.
Mahasiswi Universitas Malikussaleh ini sengaja menyulap dapur kos mereka menjadi dapur umum mini untuk menyiapkan belasan porsi makanan sehat bagi para lansia sebatang kara di sekitar kampus.
Ide gerakan bernama “Dapur Peduli” ini lahir tiga bulan lalu saat Salsa berkunjung ke rumah Nek Sumi (74) yang hidup terisolasi dan sering kelaparan karena fisiknya melemah.
Prihatin melihat kondisi tersebut, para mahasiswi ini sepakat menyisihkan uang jajan mereka untuk berbelanja ke pasar tradisional setiap minggu dan memasak di sela jadwal kuliah.
Setiap porsi makanan sengaja dibuat bertekstur lembut serta rendah garam agar aman dan sesuai dengan kebutuhan kesehatan para lansia.
Namun bagi para lansia, kehadiran mahasiswa yang ramah untuk diajak mengobrol dan mendengarkan cerita jauh lebih berharga daripada sekadar bantuan makanan gratis.
Saat menerima kotak sup hangat, wajah senja Nek Sumi langsung cerah dan tersenyum lebar menyambut kedatangan para mahasiswa yang sudah dianggap seperti cucu sendiri.
Kehadiran anak-anak kos ini seketika memecah kesepian rumahnya yang biasanya sunyi dan membuatnya kembali merasa dihargai serta dipedulikan oleh lingkungan sekitar.
Aksi sosial spontan ini kini mulai memicu efek domino yang positif di lingkungan masyarakat sekitar tempat kos tersebut.
Pemilik kos kini rutin menyumbang beras, sementara para pedagang di pasar Pajak Inpres kerap memberikan potongan harga khusus saat mereka berbelanja bahan makanan.
Gerakan sederhana ini membuktikan bahwa padatnya aktivitas perkuliahan dan ujian tidak menjadi penghalang untuk tetap memanusiakan sesama.
Lewat kepedulian yang tulus, Salsa dan teman-temannya berhasil menjembatani jarak antar-generasi sekaligus membawa kehangatan nyata bagi para lansia di usia senja mereka.
Reporter: Shafa Zahwah
Editor: Afifa Khairiyah
Leave a Reply