Motif Cucuk Matahari Jadi Daya Tarik, Anyaman Gayo Hadapi Tantangan Bahan Baku

Source: Waspada Aceh

Aceh Tengah, 14 Juli 2026 – Kerajinan anyaman tradisional khas Gayo di Desa Buntul Linge, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, masih terus dipertahankan oleh masyarakat. Namun, para pengrajin kini menghadapi kendala berupa sulitnya memperoleh bahan baku daun pandan serta terbatasnya pemasaran sehingga menghambat keberlangsungan usaha kerajinan tersebut.

Anyaman berbahan daun pandan berduri atau bengkuang diolah menjadi berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti tikar, wadah penyimpanan, alat makan, sentong, bebaka, tape, dan ampang. Produk tersebut memiliki ciri khas motif tradisional Gayo, salah satunya motif Cucuk Matahari, yang dipadukan dengan sulaman benang berwarna sebagai nilai tambah.

Salah seorang keturunan Kerajaan Linge, Siti Mak Murni, mengatakan teknik menghias anyaman dengan sulaman benang telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas kerajinan masyarakat Gayo. “Teknik menghias anyaman dengan sulaman benang berwarna telah diwariskan oleh para leluhur kami sehingga memiliki ciri khas tersendiri,” ujarnya.

Kerajinan anyaman Desa Buntul Linge sebelumnya juga pernah dipamerkan dalam Festival Negeri Linge 2024 dan mendapat perhatian pengunjung dari berbagai daerah. Produk tersebut dipasarkan dengan harga mulai dari Rp10 ribu hingga Rp500 ribu serta dinilai memiliki potensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Para pengrajin berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui pelatihan, bantuan pemasaran, serta kemudahan memperoleh bahan baku. Selain itu, regenerasi juga dinilai penting agar generasi muda tetap tertarik mempelajari dan melestarikan kerajinan anyaman sebagai warisan budaya Gayo.

Reporter : Raisa Salsabila

Editor : Zulfiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *