
Lhokseumawe, 11 Juli 2026 – Istilah “kuliah itu menipu” kini banyak diperbincangkan di platform media sosial. Banyak materi yang menyatakan bahwa pendidikan tinggi tidak lagi menjamin seseorang akan mendapatkan pekerjaan setelah lulus. Hal ini mendorong sebagian mahasiswa untuk mempertanyakan apakah melanjutkan pendidikan ke tingkat tinggi masih merupakan pilihan yang tepat.
Banyaknya alumni yang kesulitan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studi mereka menjadi salah satu faktor yang mendasari pandangan ini. Selain itu, media sosial dipenuhi cerita orang-orang yang berhasil tanpa gelar sarjana yang menimbulkan anggapan bahwa pengalaman dan keterampilan lebih berharga dibandingkan ijazah.
Fajar Ramadhan seorang mahasiswa di Universitas Malikussaleh (Unimal), berpendapat bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya akurat.
“Menurut saya, kuliah bukan sebuah penipuan. Memang, memiliki gelar saja tidak jaminan untuk meraih pekerjaan, tetapi selama menjalani kuliah kita mendapatkan pengetahuan, pengalaman, jaringan, dan pola pikir yang lebih kritis. Penentunya bukan hanya pendidikan formal, melainkan bagaimana kita memanfaatkan kesempatan selama menjadi mahasiswa,” Ujarnya
Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliah tidak lagi menjadi satu-satunya jalan untuk mencapai kesuksesan. Mahasiswa diharapkan dapat mengasah keterampilan, menambah pengalaman melalui berbagai organisasi atau magang, serta terus belajar agar siap bersaing di dunia kerja setelah lulus.
By: Nia Amelia
Leave a Reply