
Lhokseumawe, 11 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, sebuah dayah di Dusun D, Loh Tampu, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe menggelar berbagai perlombaan Islami yang diikuti para santri mulai 07 hingga 14 Juli 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengantarkan Santri Generasi Muda Islam Menjadi Kader Dakwah yang Mampu Menyelesaikan Problematika Umat dan Dapat Membawa Masyarakat Sekitarnya ke Arah yang Lebih Baik dan Maju.”
Panitia pelaksana, Tgk. Isa (30), mengatakan bahwa penyelenggaraan berbagai cabang perlombaan bertujuan membangkitkan semangat para santri agar tumbuh menjadi generasi yang mampu berdakwah dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam mempelajari ilmu agama islam sekaligus memahami makna hijrah yang sesungguhnya sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Berbagai perlombaan yang digelar meliputi Lomba Azan Ibtidaiyah, Kitab Matan Taqrib, Kitab Bajuri, Pidato Ibtidaiyah, Fahmil Qutub Ibtidaiyah, Fahmil Qutub Tsanawiyah, Dalail Khairat, Hafalan Doa Harian TPA, Hafalan Sifat 20 dan Syarat Menuntut Ilmu, serta Hafalan Surat Pendek TPA. Seluruh peserta merupakan santri dari pendidikan di lingkungan dayah.
Untuk menjaga objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang berasal dari para guru dan tenaga pendidik di dayah, di antaranya Tgk. Dan, Tgk. Irfan, Tgk. Mirza, Tgk. Firdaus, Tgk. Jafar, Tgk. Ikram, Tgk. Basri, Tgk. Ridha, Tgk. Badriah, Tgk. Hudia, Tgk. Mutia, Tgk. Aisa, dan Tgk. Rendi. Masing-masing bertugas menilai peserta sesuai bidang perlombaan yang dipertandingkan.
Menurut Tgk. Isa, seluruh rangkaian kegiatan dipersiapkan secara gotong royong oleh guru dan santri. Persiapan dilakukan sejak jauh hari melalui pembinaan peserta, latihan hafalan, pendalaman materi perlombaan, hingga penataan lokasi, dekorasi, dan penyediaan konsumsi bagi peserta maupun tamu undangan.
Kegiatan perlombaan berlangsung selama satu pekan dan akan ditutup pada malam Rabu, 14 Juli 2026. Pada malam penutupan tersebut panitia akan mengumumkan para pemenang sekaligus menyerahkan piala dan hadiah kepada juara dari setiap cabang perlombaan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana mempererat ukhuwah, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Semoga partisipasi masyarakat dapat menjadi benteng bagi para santri dalam menumbuhkan rasa cinta kepada Islam,” ujar Tgk. Isa.
Ia berkata bahwa peringatan Muharram hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan tahunan biasa, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan.
“Islam mengajarkan persatuan. Jangan saling menyalahkan atau merasa paling benar. Islam akan menjadi kuat apabila seluruh umat bersatu dan bersama-sama mengamalkan ajaran Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Reporter : Risna maulina
Editor : Zulfiana
Leave a Reply