
Lhokseumawe, 8 Juli 2026 – Meningkatnya biaya hidup membuat banyak mahasiswa mulai mengubah pola konsumsi dan kebiasaan sehari-hari. Jika dulu hidup hemat sering dianggap sebagai pilihan atau tren, kini bagi sebagian mahasiswa, berhemat sudah menjadi kebutuhan agar uang saku tetap cukup hingga akhir bulan.
Salah satunya dirasakan oleh Naina Gebrina Rizki, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2023 Universitas Malikussaleh. Menurutnya, gaya hidup hemat bukan berarti pelit, melainkan kemampuan mengatur pengeluaran dengan bijak sesuai kebutuhan.
“Menurut saya, hidup hemat itu bukan berarti pelit, tapi lebih ke pintar mengatur uang sesuai kebutuhan. Sekarang banyak mahasiswa yang mulai lebih selektif saat mengeluarkan uang,” ujarnya.
Naina mengatakan, kebiasaan yang ia lakukan untuk menghemat pengeluaran di antaranya membawa bekal dari rumah, mengurangi jajan yang tidak terlalu penting, membuat minuman sendiri, serta memanfaatkan promo ketika berbelanja. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai cukup membantu mengurangi pengeluaran sehari-hari.
Ia menilai, kondisi ekonomi saat ini menjadi alasan utama mengapa mahasiswa semakin sadar pentingnya mengelola keuangan. Harga kebutuhan pokok, makanan, hingga berbagai keperluan kuliah terus mengalami kenaikan, sementara uang saku yang diterima mahasiswa tidak selalu bertambah. Situasi tersebut membuat banyak mahasiswa harus lebih cermat dalam menentukan prioritas pengeluaran.
Kesadaran untuk hidup hemat, lanjut Naina, mulai muncul sejak dirinya memasuki dunia perkuliahan dan tinggal jauh dari orang tua. Pengalaman kehabisan uang sebelum akhir bulan menjadi pelajaran berharga yang membuatnya mulai menyusun anggaran pengeluaran secara lebih teratur.
Dalam kesehariannya, pengeluaran yang paling sering ia tekan adalah biaya makan dan nongkrong bersama teman. Ia lebih memilih membawa bekal jika memungkinkan serta mencari tempat makan yang sesuai dengan kondisi keuangan. Untuk kebutuhan akademik, Naina juga memanfaatkan materi pembelajaran dalam bentuk digital agar lebih menghemat biaya.
Baginya, hidup hemat tidak membuat kehidupan perkuliahan menjadi terbatas. Justru sebaliknya, kebiasaan tersebut membantu dirinya tetap aktif mengikuti kegiatan kampus dan bersosialisasi tanpa harus khawatir kehabisan uang sebelum akhir bulan.
Ia berharap semakin banyak mahasiswa yang mulai membiasakan diri mengelola keuangan sejak dini karena kebiasaan tersebut akan bermanfaat, tidak hanya selama kuliah, tetapi juga ketika memasuki dunia kerja nanti.
By: Nazwa Fitri Andini
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply