Budaya Nugas di Kafe Kian Marak, Mahasiswa Pilih Suasana Nyaman untuk Belajar

Lhokseumawe, 06 Juli 2026 – Fenomena mahasiswa mengerjakan tugas di kafe atau cafe shop semakin sering dijumpai. Tidak hanya menjadi tempat untuk bersantai, kafe kini beralih fungsi sebagai ruang belajar alternatif yang menawarkan suasana nyaman, fasilitas lengkap, serta lingkungan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas.

Salah satu mahasiswa yang merasakan manfaat belajar di kafe adalah Naina Gebrina Rizki, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2023 Universitas Malikussaleh. Menurutnya, tren tersebut semakin berkembang karena kafe menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung aktivitas akademik, seperti akses Wi-Fi, stop kontak, serta makanan dan minuman yang mudah dijangkau.

Menurut saya, fenomena ini semakin marak karena kafe menawarkan suasana yang lebih santai dan nyaman dibandingkan perpustakaan. Fasilitas seperti Wi-Fi, stop kontak, makanan, dan minuman membuat saya lebih nyaman mengerjakan tugas. Selain itu, suasana yang tidak terlalu sunyi justru membuat saya lebih fokus dan tidak mudah jenuh,” ujarnya.

Naina mengaku mulai menjadikan kafe sebagai tempat belajar sejak semester tiga. Awalnya, ia merasa bosan mengerjakan tugas di rumah sehingga mencoba suasana baru di kafe. Seiring waktu, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari rutinitas belajarnya.

Berbeda dengan sebagian mahasiswa yang datang bersama teman, Naina lebih memilih mengerjakan tugas seorang diri agar dapat berkonsentrasi penuh. Menurutnya, lingkungan yang nyaman, pencahayaan yang baik, serta alunan musik yang tenang membuatnya lebih produktif. Kehadiran pengunjung lain yang sedang belajar atau bekerja juga menjadi motivasi tersendiri untuk tetap fokus menyelesaikan tugas.

Meski demikian, ia mengakui belajar di kafe juga memiliki kekurangan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli makanan atau minuman serta kondisi kafe yang ramai pada waktu tertentu dapat mengganggu konsentrasi. Namun, bagi Naina, manfaat yang diperoleh masih lebih besar dibandingkan belajar di rumah yang sering membuatnya kehilangan fokus dan motivasi.

Menariknya, Naina juga menilai kebiasaan datang sendiri ke kafe memberikan dampak positif terhadap perkembangan dirinya.

Menurut saya, melakukan aktivitas sendiri di cafe shop tidak semenyeramkan seperti kata orang. Saya termasuk orang yang introvert, tetapi dengan membiasakan diri melakukan aktivitas sendirian di luar, saya menjadi lebih berani,” tuturnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kafe kini tidak lagi sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga telah berkembang menjadi ruang belajar alternatif yang mendukung kebutuhan mahasiswa di tengah perubahan gaya belajar dan budaya akademik.

By: Diva Zayana

Editor: Joan Ayurahmadani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *