
Lhokseumawe – Semakin banyak mahasiswa memilih memiliki side hustle atau pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan sekaligus mengembangkan keterampilan. Mulai dari menjadi freelancer, berjualan secara daring, hingga bekerja paruh waktu, aktivitas ini kini menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa.
Meski memberikan pengalaman dan tambahan pemasukan, menjalani pekerjaan sampingan bukan tanpa tantangan. Mahasiswa dituntut mampu membagi waktu agar aktivitas kerja tidak mengganggu perkuliahan.
Salah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Annisa Aulia, mengaku mulai menjalani pekerjaan sampingan untuk menambah pengalaman sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pribadi.
“Saya berusaha menyelesaikan tugas kuliah lebih dulu, kemudian mengatur jadwal kerja agar keduanya tetap berjalan seimbang. Yang terpenting adalah disiplin mengatur waktu,” ujarnya.
Menurut Annisa, membuat daftar prioritas dan jadwal harian menjadi cara yang efektif agar pekerjaan sampingan tidak mengurangi fokus terhadap perkuliahan.
Fenomena mahasiswa yang memiliki side hustle semakin sering ditemui. Selain memperoleh penghasilan tambahan, banyak mahasiswa memanfaatkan pekerjaan sampingan untuk membangun portofolio dan memperluas relasi sebelum memasuki dunia kerja.
Meski demikian, mahasiswa tetap diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara kuliah, pekerjaan, dan waktu istirahat agar kesehatan serta prestasi akademik tetap terjaga.
By: Fitri Yani Napitulu
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply