Menapak Usia, Nazwa Menebar Kasih Lewat Bungkusan Kecil dan Doa

Source Doc: antarafoto.com

Lhokseumawe, (20/06/2026). Di usia yang terus beranjak, perayaan ulang tahun sering kali identik dengan pesta, kado mewah, atau sekadar tiup lilin bersama teman sebaya. Namun, bagi Nazwa atau kerap di sapa Wawa , angka yang bertambah di kalender justru menjadi pengingat untuk menengok ke luar jendela, melihat yang mungkin tidak pernah merayakan hari lahirnya sama sekali.

Alih-alih mencari keriaan, wawa justru turun ke jalanan, membawa bungkusan kecil berisi nasi kotak, masker, atau sekadar berbagi pulsa bagi yang membutuhkan. Ini adalah kisah tentang Wawa yang memilih untuk merayakan usia dengan cara yang berbeda, menebar kebahagiaan melalui berbagi.

Rutinitas Sederhana, Makna Mendalam

Persiapan hari itu tidak melibatkan reservasi tempat atau undangan digital. Sehari sebelumnya, biasanya wawa sibuk menata bungkusan. Bagi Wawa, proses ini adalah bagian dari meditasi diri. Ada kepuasan batin saat memastikan setiap porsi makanan layak untuk diberikan.

“Awalnya cuma iseng, tapi pas lihat senyum mereka, rasanya lebih plong dibanding dirayain meriah,” ujar Wawa.

Bagi Wawa, ini adalah rutinitas yang menenangkan. Tidak ada ekspektasi muluk, hanya keinginan untuk bersyukur atas umur yang masih diberikan oleh Tuhan.

Reaksi di Balik Trotoar

Di sepanjang trotoar kota yang bising, reaksi yang diterima pun beragam. Ada tunawisma yang matanya berkaca-kaca saat menerima seporsi makanan, ada pula pengendara ojek daring yang tersenyum lebar saat menerima bantuan kecil.

Setiap momen pertemuan di jalanan menjadi cermin. Bagi Wawa, menerima rasa syukur dari orang asing memberikan perspektif baru. Wawa menyadari bahwa bersyukur bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang menular. Reaksi sederhana dari penerima, sebuah doa singkat atau anggukan kepala menjadi kado ulang tahun terindah yang tidak bisa dibeli di toko mana pun.

Dengan berbagi, Wawa merasa hidupnya lebih bermakna. Wawa tidak hanya merayakan diri sendiri, tetapi juga merayakan kehidupan itu sendiri. Bahwa di usia yang baru, ada harapan untuk menjadi manusia yang lebih peduli dan peka terhadap kesulitan orang lain.

Di hari ulang tahunnya, mahasiswa ini tidak hanya bertambah usia secara angka, tetapi juga bertambah kedewasaannya. Wawa belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak ditemukan dalam apa yang kita kumpulkan, melainkan dalam apa yang kita lepaskan untuk orang lain.

Reporter: Salsabila Ayu

Editor: Afifa Khairiyah

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *