
Source : CNBC Indonesia
Lhokseumawe, 20/06/2026 – Aktivitas jual beli di Pasar Batuphat, Kota Lhokseumawe, tidak lagi seramai beberapa tahun lalu. Sejumlah pedagang mengaku jumlah pembeli terus menurun seiring perubahan pola belanja masyarakat yang kini lebih banyak beralih ke pasar modern dan layanan belanja daring.
Sejak pagi, para pedagang tetap menata dagangan mereka seperti biasa. Namun, kondisi pasar dinilai berbeda dibandingkan sebelumnya ketika pembeli datang silih berganti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang pedagang sayur mengaku penurunan jumlah pembeli mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, banyak masyarakat kini memilih berbelanja di supermarket atau melalui aplikasi karena dianggap lebih praktis.
“Dulu pembeli datang silih berganti sejak pagi. Sekarang sampai menjelang pasar tutup masih banyak dagangan yang belum terjual,” ujarnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan, pasar tradisional masih memiliki daya tarik tersendiri. Selain harga yang dapat ditawar, pasar juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan pedagang dan pembeli dalam suasana yang lebih akrab.
Pengamat sosial menilai pasar tradisional masih memiliki peluang untuk bertahan apabila didukung dengan perbaikan fasilitas, kebersihan, dan kenyamanan. Dukungan pemerintah serta kesadaran masyarakat untuk tetap berbelanja di pasar tradisional juga dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi kerakyatan.
Keberadaan pasar tradisional tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya yang perlu terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
Reporter : Nana afriani
Editor : Zulfiana
Leave a Reply