
Lhokseumawe — Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), Sartika, membagikan cara menjaga produktivitas di tengah padatnya jadwal kuliah dan organisasi melalui penerapan manajemen waktu dan penentuan prioritas.
Strategi tersebut dinilai penting agar aktivitas akademik tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan kesehatan dan kehidupan pribadi. Bagi Sartika, menjalani perkuliahan sambil aktif dalam organisasi bukan perkara mudah. Berbagai tugas akademik, agenda organisasi, hingga kebutuhan untuk beristirahat sering kali menuntut kemampuan mengatur waktu dengan baik agar seluruh tanggung jawab dapat diselesaikan secara seimbang.
Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan untuk menjaga produktivitas adalah menyusun daftar prioritas dan membuat jadwal kegiatan harian. Dengan cara tersebut, ia dapat membedakan pekerjaan yang harus segera diselesaikan dan pekerjaan yang masih bisa ditunda.
“Biasanya saya membuat daftar kegiatan dan menentukan mana yang harus dikerjakan lebih dulu. Waktu luang di sela-sela kuliah juga saya manfaatkan untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan organisasi supaya tidak menumpuk,” ujar Sartika, Senin (1/6).
Ia mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi mahasiswa saat ini adalah menjaga konsistensi ketika harus menjalankan banyak aktivitas dalam waktu bersamaan. Oleh karena itu, kemampuan mengelola waktu menjadi keterampilan yang sangat dibutuhkan selama masa perkuliahan.
Selain manajemen waktu, Sartika menilai dukungan dari lingkungan sekitar turut berperan penting dalam menjaga semangat dan produktivitas. Ia mengaku sering mendapat motivasi dari teman, rekan organisasi, dan keluarga ketika menghadapi jadwal yang padat.
Menurut Sartika, lingkungan yang positif dapat membantu mahasiswa menghadapi tekanan dan berbagai tuntutan yang muncul selama menjalani aktivitas akademik maupun organisasi. Saat merasa kewalahan, ia memilih berdiskusi dengan orang-orang terdekat untuk mencari solusi dan memperoleh pandangan baru terhadap masalah yang dihadapi.
“Ketika banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, saya biasanya berbagi cerita dengan teman atau keluarga. Dari situ saya bisa mendapatkan masukan dan lebih tenang dalam menentukan langkah yang harus dilakukan,” katanya.
Di tengah kesibukan yang dijalani, Sartika tetap berupaya menyediakan waktu untuk beristirahat. Ia biasanya memanfaatkan malam hari setelah seluruh pekerjaan selesai atau akhir pekan ketika tidak memiliki agenda mendesak untuk memulihkan kondisi fisik dan mental.
Waktu tersebut digunakan untuk berkumpul bersama keluarga, bertemu teman, atau melakukan aktivitas yang disukai. Menurutnya, menjaga kesehatan fisik dan mental merupakan bagian penting dari produktivitas yang sering kali terlupakan.
Lebih lanjut, Sartika menilai banyak mahasiswa memilih aktif dalam organisasi atau bekerja sambil kuliah karena ingin mengembangkan kemampuan di luar bidang akademik. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat membantu meningkatkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan manajemen waktu yang berguna ketika memasuki dunia kerja.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa akademik tetap harus menjadi prioritas utama. Kegiatan organisasi maupun aktivitas lainnya perlu disesuaikan dengan jadwal perkuliahan agar tidak mengganggu proses belajar.
Melalui pengalamannya, Sartika berharap mahasiswa dapat lebih bijak dalam menentukan prioritas dan mengelola waktu. Menurutnya, keseimbangan antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi dapat tercapai apabila setiap aktivitas direncanakan dengan baik dan dijalani secara disiplin.
“Kesibukan bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan atau akademik. Selama kita bisa menentukan prioritas dan mengatur waktu dengan baik, semua aktivitas bisa berjalan seimbang,” tutupnya.
Reporter: Nazwa Fitri Andini
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply