
kompasiana.com
Lhokseumawe, Rabu, 17 Juni 2026 | Perkembangan teknologi dan media sosial telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan mahasiswa. Berbagai informasi, tren, dan gaya hidup dapat diakses dengan mudah hanya melalui layar ponsel. Di satu sisi, kemudahan ini memberikan banyak manfaat. Namun di sisi lain, muncul fenomena yang semakin sering terlihat, yaitu gaya hidup konsumtif yang perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Saat ini, tren berkembang begitu cepat. Hari ini sebuah produk menjadi viral, besok sudah muncul produk baru yang dianggap lebih menarik. Mulai dari pakaian, sepatu, aksesori, kosmetik, hingga gadget terbaru, semuanya dapat dengan mudah ditemukan di media sosial. Tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya terdorong untuk membeli barang-barang tersebut bukan karena kebutuhan, melainkan karena ingin mengikuti tren yang sedang berkembang.
Fenomena ini semakin diperkuat oleh maraknya platform belanja online. Berbagai promo seperti diskon besar, gratis ongkir, cashback, hingga flash sale sering kali membuat seseorang tergoda untuk berbelanja. Bahkan, banyak mahasiswa mengaku membeli barang hanya karena harga yang sedang murah, bukan karena barang tersebut benar-benar diperlukan.
Tanpa disadari, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari perilaku konsumtif. Keinginan untuk memiliki barang yang sedang populer sering kali lebih besar dibandingkan kebutuhan yang sebenarnya. Akibatnya, uang yang seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan kuliah, menabung, atau keperluan penting lainnya justru habis untuk memenuhi keinginan sesaat.
Media sosial juga memiliki peran besar dalam membentuk pola konsumsi mahasiswa. Setiap hari pengguna disuguhkan berbagai konten yang menampilkan gaya hidup modern dan serba sempurna. Influencer, selebgram, hingga kreator konten berlomba-lomba memperkenalkan produk terbaru yang dianggap menarik untuk dimiliki. Paparan tersebut secara tidak langsung memengaruhi cara pandang mahasiswa terhadap kebutuhan dan keinginan.
Tidak jarang seseorang merasa harus memiliki barang tertentu agar dianggap mengikuti perkembangan zaman atau tidak tertinggal dari lingkungan pergaulannya. Padahal, setiap individu memiliki kondisi ekonomi yang berbeda. Keinginan untuk terus mengikuti tren terkadang membuat mahasiswa lupa bahwa kemampuan finansial juga perlu menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan untuk berbelanja.
Belanja impulsif menjadi salah satu dampak yang paling sering muncul dari gaya hidup konsumtif. Seseorang membeli barang secara spontan tanpa perencanaan yang matang. Ketika melihat promosi menarik atau produk yang sedang viral, keputusan pembelian dilakukan dalam hitungan menit. Namun setelah barang diterima, sering kali muncul rasa menyesal karena barang tersebut ternyata tidak terlalu dibutuhkan.
Sebagai mahasiswa, penting untuk mulai menyadari perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Tidak ada yang salah dengan mengikuti tren atau membeli barang yang disukai. Namun, segala sesuatu perlu dilakukan secara bijak dan sesuai kemampuan. Mahasiswa seharusnya mampu menjadi generasi yang kritis, tidak hanya dalam menerima informasi, tetapi juga dalam mengambil keputusan terkait pengelolaan keuangan pribadi.
Masa kuliah merupakan waktu yang tepat untuk belajar mengatur keuangan dan menentukan prioritas. Kebiasaan sederhana seperti membuat daftar kebutuhan, menetapkan anggaran bulanan, dan menahan diri sebelum membeli sesuatu dapat membantu mengurangi perilaku konsumtif. Dengan begitu, mahasiswa dapat lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar bermanfaat untuk masa depan.
Pada akhirnya, tren akan selalu datang dan pergi. Apa yang dianggap populer hari ini belum tentu masih diminati beberapa bulan ke depan. Namun, kemampuan untuk mengendalikan diri dan mengelola keuangan dengan bijak akan tetap menjadi bekal yang berharga sepanjang hidup. Oleh karena itu, sudah saatnya mahasiswa lebih bijak dalam menyikapi tren dan tidak membiarkan keinginan sesaat mengalahkan kebutuhan yang sebenarnya.
Penulis: Riska Saleha Tinambunan
Editor: Adilah Syahputri
Leave a Reply