Kuah Pliek U, Warisan kuliner Aceh yang Bertahan di Tengah Modernisasi

source : Keluarga Mahasiswa Aceh

Lhokseumawe 16 Juni 2026 – Kekayaan budaya Aceh tidak hanya tercermin melalui adat istiadat dan tradisi, tetapi juga dari ragam kuliner khas yang masih bertahan hingga saat ini. Di tengah pesatnya perkembangan makanan modern dan makanan cepat saji, berbagai hidangan tradisional Aceh tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat serta menjadi warisan budaya yang terus dijaga keberadaannya.

Kuliner Aceh dikenal memiliki cita rasa yang khas berkat penggunaan berbagai rempah-rempah seperti kapulaga, cengkeh, lada, jintan, kayu manis, dan adas. Perpaduan rempah tersebut menghasilkan aroma yang kuat dan rasa yang kaya, sehingga menjadikan makanan khas Aceh memiliki karakter tersendiri dibandingkan kuliner dari daerah lain di Indonesia.

Beragam makanan tradisional seperti kuah pliek u, mie aceh, keumamah, dan timphan masih sering disajikan dalam kehidupan sehari-hari maupun pada berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Hidangan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai makanan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Aceh.

Seorang penjual kuah pliek u di Lhokseumawe, yang enngan disebutkan namanya, mengatakan bahwa minat masyarakat terhadap makanan tradisional Aceh masih cukup tinggi, terutama saat pelaksanaan kenduri, pernikahan, dan perayaan hari besar keagamaan.

“Makanan tradisional Aceh sampai sekarang masih banyak dicari masyarakat. Apalagi saat ada kenduri atau acara keluarga, hidangan seperti kuah pliek u tetap menjadi menu yang sering disajikan karena sudah menjadi bagian dari tradisi,” ujarnya.

Selain mempertahankan cita rasa khas, masyarakat Aceh juga masih menjaga tradisi memasak secara bersama-sama dalam berbagai kegiatan adat. Proses memasak yang dilakukan secara gotong royong tidak hanya bertujuan menyiapkan hidangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Kuliner tradisional Aceh juga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung yang datang untuk menikmati berbagai hidangan khas yang mencerminkan kekayaan budaya daerah. Keberadaan kuliner tradisional turut mendukung sektor pariwisata sekaligus memperkenalkan identitas Aceh kepada masyarakat yang lebih luas.

Meski demikian, masuknya berbagai jenis makanan modern dan perubahan gaya hidup masyarakat menjadi tantangan dalam upaya pelestarian kuliner tradisional. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran bersama untuk terus mengenalkan makanan khas Aceh kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan budaya, festival kuliner, maupun pemanfaatan media sosial.

Kuliner tradisional bukan sekadar makanan yang mengenyangkan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang menyimpan nilai sejarah, adat, dan identitas masyarakat Aceh. Dengan menjaga keberadaannya, masyarakat turut melestarikan kekayaan budaya daerah agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Reporter : Nana Afriani

Editor : Zulfiana

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *