
source : Indozone Fadami
Lhokseumawe, 11 juni 2026 — Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, tradisi weton masih menjadi bagian dari kehidupan sebagian masyarakat suku Jawa. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya dipandang sebagai penanggalan kelahiran, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
“Weton merupakan salah satu warisan budaya Jawa yang menggabungkan hari kelahiran dengan hari pasaran Jawa, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon,” ujar Siti Rahma, pemerhati budaya Jawa.
Menurutnya, hingga saat ini weton masih digunakan sebagai pedoman dalam menentukan berbagai momen penting, seperti pernikahan, pindah rumah, membuka usaha, hingga pelaksanaan acara adat. Tradisi tersebut dipercaya dapat memberikan pertimbangan sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan.
“Lebih dari sekadar hitungan hari, weton mengajarkan masyarakat untuk berhati-hati dalam bertindak serta menghormati nilai-nilai yang diwariskan oleh leluhur,” katanya.
Di lingkungan sosial masyarakat Jawa, tradisi weton juga menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan. Perayaan weton seseorang sering diisi dengan doa bersama dan makan bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia dan harapan akan keselamatan di masa mendatang.
“Wetonan bukan hanya tradisi spiritual, tetapi juga menjadi momen berkumpulnya keluarga sehingga nilai kebersamaan tetap terjaga,” ungkapnya.
Meski demikian, perkembangan zaman membuat pandangan masyarakat terhadap weton mulai beragam. Sebagian generasi muda masih mempertahankan tradisi tersebut sebagai bentuk pelestarian budaya, sementara sebagian lainnya menganggapnya sebagai simbol budaya yang tidak harus dijadikan pedoman utama dalam kehidupan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga tradisi ini sebagai identitas budaya, tanpa menghilangkan sikap rasional dalam menjalani kehidupan modern,” jelasnya.
Keberadaan weton hingga saat ini menunjukkan bahwa budaya Jawa masih memiliki tempat di tengah masyarakat Indonesia. Tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan kepercayaan leluhur, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai kekeluargaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap warisan budaya.
Melalui pelestarian tradisi weton, masyarakat diharapkan dapat terus mengenal dan menghargai kekayaan budaya Nusantara sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga dari generasi ke generasi.
Reporter : Nana afriani
Editor : Zulfiana
Leave a Reply