
Lhokseumawe, (08/06/2026). Bagi sebagian besar mahasiswa, menyeimbangkan antara tumpukan tugas kuliah dan kompetisi akademis adalah hal yang melelahkan. Namun, bagi Yesi Safitri, mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) berhasil menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mapres) tingkat universitas, tantangan tersebut adalah sebuah seni yang harus dikelola dengan matang.
Di balik deretan piala dan penghargaan yang ia raih, ada disiplin tinggi, dukungan lingkungan, serta cara unik dalam mengelola emosi.
Mengendalikan Waktu Lewat Timeline Kuliah
Kunci utama keberhasilan Yesi terletak pada manajemen waktu yang sangat terstruktur. Ia tidak membiarkan harinya berjalan tanpa arah. Yesi sengaja membuat timeline perkuliahan khusus untuk memetakan seluruh aktivitasnya sepanjang semester.
“Melalui timeline ini, saya bisa tahu persis mana minggu-minggu yang akan sangat sibuk dengan tugas kuliah, dan mana minggu yang lebih longgar,” ujar Yesi.
Ketika melihat ada celah waktu di minggu yang tidak sibuk, Yesi memanfaatkannya secara maksimal untuk mempersiapkan diri mengikuti berbagai perlombaan. Strategi ini membuatnya tetap bisa bersinar di ranah kompetisi tanpa harus mengorbankan nilai-nilai akademisnya di kelas.
Yesi juga memiliki trik psikologis tersendiri saat tubuh dan pikirannya mulai didera rasa lelah. Ia selalu mengalihkan fokusnya pada masa depan.
“Saat lelah, saya langsung memotivasi diri sendiri dengan membayangkan apa yang akan saya rasakan ketika berhasil memegang gelar kemenangan nanti. Rasa lelah itu langsung berganti menjadi semangat baru,” ungkapnya tersenyum.
Mengubah Sedih Menjadi Lega
Jalan menuju prestasi tidak selalu mulus, kegagalan adalah bagian yang tidak terhindarkan. Namun, Yesi punya cara khusus untuk bangkit dari kekecewaan. Setiap kali menghadapi kegagalan, ia memilih mundur sejenak dan mengambil waktu untuk dirinya sendiri (me time).
Media utama Yesi untuk pulih adalah menulis jurnal (journaling). Di dalam buku hariannya, ia menumpahkan segala hal, apa yang ia rasakan, kekecewaan yang mendalam, hingga kronologi apa yang terjadi hari itu.Trik ini terbukti ampuh mengubah perspektif Yesi.
Perasaan yang awalnya dipenuhi kesedihan dan sesak perlahan berubah menjadi rasa lega. Melalui tulisan, ia berhasil berdamai dengan keadaan dan menemukan cara konkret untuk mengatasi kekecewaan tersebut, lalu bersiap untuk mencoba lagi.
Restu dan Dukungan Dosen FEB
Langkah Yesi menuju podium Mahasiswa Berprestasi FEB semakin mantap berkat dukungan penuh dari pihak fakultas. Para dosen di FEB tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga aktif mengawal, membimbing, dan memotivasi Yesi sepanjang proses seleksi Mapres yang ketat.
Sinergi antara kerja keras mahasiswi dan fasilitas serta bimbingan dari dosen inilah yang akhirnya mengantarkan Yesi ke puncak prestasi. Kisah Yesi Safitri menjadi bukti nyata bahwa prestasi tidak lahir dari keberuntungan semata. Ia adalah buah dari manajemen waktu yang rapi, mental yang tangguh dalam menghadapi kegagalan, serta keberadaan orang-orang tepat yang selalu mendukung di sekitar kita.
Reporter: Shafa Zahwah
Editor: Afifa Khairiyah
Leave a Reply