
Lhokseumawe, 4 Juni 2026 – Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat, Meunasah Gampong Paya Bili, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, tetap berperan sebagai pusat kegiatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya Aceh. Berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan adat yang berlangsung di meunasah menjadi sarana untuk mempertahankan nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Meunasah tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat. Berbagai kegiatan seperti pengajian, musyawarah warga, peringatan hari besar Islam, hingga kegiatan gotong royong rutin dilaksanakan di tempat tersebut. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, masyarakat terus memperkuat hubungan sosial dan menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bagi masyarakat Gampong Paya Bili, meunasah memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak belajar mengaji, remaja mengikuti kegiatan keagamaan, sementara para orang tua berdiskusi mengenai berbagai persoalan gampong. Secara tidak langsung, nilai-nilai budaya Aceh terus diwariskan melalui berbagai aktivitas yang dilakukan bersama di lingkungan meunasah.
Di era digital saat ini, ketika banyak generasi muda lebih sering menghabiskan waktu dengan telepon genggam dan media sosial, keberadaan meunasah menjadi semakin penting sebagai ruang interaksi sosial. Meunasah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk tetap menjalin komunikasi secara langsung serta mempererat hubungan antarwarga.
“Banyak pelajaran hidup yang diperoleh dari kegiatan di meunasah. Generasi muda tidak hanya belajar tentang agama, tetapi juga belajar menghormati orang yang lebih tua, bekerja sama, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Zubir, salah seorang warga Gampong Paya Bili, Kamis (4/6).
Suasana kebersamaan yang tercipta di meunasah membuat masyarakat merasa memiliki satu sama lain. Ketika terdapat kegiatan gampong, warga hadir dan berpartisipasi secara sukarela. Semangat gotong royong dan saling membantu yang terus dipraktikkan menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh yang masih terjaga hingga saat ini.
Keberadaan Meunasah Gampong Paya Bili menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan melalui acara besar atau pertunjukan seni. Budaya juga dapat dipertahankan melalui kebiasaan sehari-hari, seperti berkumpul, bermusyawarah, dan saling membantu dalam kehidupan bermasyarakat.
Selama meunasah tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat, nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan semangat kebersamaan akan terus tumbuh di Gampong Paya Bili. Di tengah perubahan zaman, meunasah tetap menjadi tempat yang menjaga identitas budaya masyarakat Aceh serta memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Reporter : Risna Maulina
Editor : Zulfiana
Leave a Reply