Nongkrong Jadi Ajang Silaturahmi Mahasiswa Lintas Kampus di Bireuen

Bireun, 3 Juni 2026 – Aktivitas nongkrong yang kerap menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa kembali terlihat di Kota Bireuen. Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi berkumpul dalam suasana hangat di sebuah populer pada Senin (03/06/2026) sore.

Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB di Havana Garden tersebut menjadi ajang melepas rindu setelah lama tidak bertemu karena menempuh pendidikan di kampus dan jurusan yang berbeda.Mahasiswa yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Syiah Kuala (USK/Unsyiah), dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Mereka merupakan teman satu SMA yang kini menjalani kehidupan kampus masing-masing di berbagai daerah.

Pertemuan tersebut diawali dengan obrolan santai sambil menikmati suasana sore di kafe yang dikenal sebagai salah satu tempat nongkrong favorit anak muda Bireuen. Gelak tawa sesekali terdengar ketika mereka mulai mengenang berbagai momen semasa SMA, mulai dari kegiatan belajar bersama, acara sekolah, hingga pengalaman-pengalaman yang masih mereka ingat hingga sekarang.

Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pertemuan itu menjadi momen yang sangat berharga karena kesibukan kuliah membuat mereka jarang memiliki kesempatan untuk bertemu secara langsung.”Sudah lama sekali kami tidak berkumpul seperti ini. Dulu hampir setiap hari bertemu di sekolah, sekarang harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah masing-masing,” ujar Nasywa Balqis mahasiswa USK Jurusan Hukum.

Selain bernostalgia, pembahasan juga berlanjut pada perkembangan kehidupan perkuliahan masing-masing. Mereka saling bertukar cerita mengenai pengalaman belajar di kampus yang berbeda, kegiatan organisasi, tantangan akademik, hingga rencana setelah lulus. Menariknya, sebagian besar dari mereka saat ini sedang berada pada tahap akhir perkuliahan dan tengah menyusun skripsi.

Diskusi mengenai skripsi menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas. Mereka saling berbagi pengalaman terkait proses penelitian, kesulitan mencari referensi, hingga cara mengatur waktu agar dapat menyelesaikan tugas akhir tepat waktu. Suasana akrab membuat mereka tidak sungkan untuk saling bertukar saran dan memberikan dukungan.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa budaya nongkrong di kalangan mahasiswa tidak hanya identik dengan aktivitas bersantai. Bagi banyak mahasiswa, kafe telah menjadi ruang interaksi sosial yang memungkinkan mereka membangun relasi, bertukar informasi, serta mendiskusikan berbagai persoalan akademik. Aktivitas nongkrong juga menjadi sarana untuk menjaga hubungan pertemanan di tengah kesibukan perkuliahan yang semakin padat.

Di Kota Bireuen sendiri, sejumlah kafe kerap menjadi tempat berkumpul mahasiswa untuk berdiskusi, mengerjakan tugas, maupun sekadar melepas penat setelah menjalani aktivitas akademik. Kehadiran tempat-tempat seperti Havana Garden memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan, meskipun berasal dari kampus maupun jurusan yang berbeda.

Meski berasal dari lingkungan pendidikan yang beragam, para mahasiswa tersebut mengaku tidak pernah merasa minder atau canggung saat berkumpul. Perbedaan kampus justru menjadi bahan diskusi yang memperkaya wawasan dan pengalaman satu sama lain.

Pada akhir pertemuan, salah seorang mahasiswa menyampaikan harapannya agar persahabatan yang telah terjalin sejak SMA dapat terus terjaga meskipun mereka nantinya akan menempuh jalan hidup yang berbeda.

“Kita harus kompak terus yaa sampai tua dan saling bantu kalau ada kesusahan. Walaupun kita terpisah jarak namun kita selalu bisa berkumpul,” ucap Ananda Geubrina Rizky Mahasiswa USK Jurusan Ilmu Komunikasi.

Pernyataan tersebut disambut anggukan dan senyuman dari teman-temannya. Pertemuan sederhana di Havana Garden sore itu menjadi bukti bahwa budaya nongkrong tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman akademik, dan membangun dukungan sosial di kalangan mahasiswa lintas kampus.

Reporter : Diva zayana

Editor : Joan Ayuramadhani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *