
Source Doc: i2.wp.com
Lhokseumawe, (02/07/2026). Pengalaman patah hati terkadang kali membuat seseorang terpuruk, hal berbeda justru ditunjukkan oleh seorang mahasiswa bernama Maisarah.
Ia berhasil mengubah rasa sedih yang mendalam menjadi pemantik api kreativitas dalam melahirkan berbagai karya seni yang menakjubkan.
Bagi Maisarah, seni bukan sekadar hobi tapi juga cara mengekspresikan perasaan paling jujur saat logika tidak lagi mampu meredam gejolak emosi.
Melalui goresan kuas dan warna, ia menumpahkan seluruh rasa sesak di dada menjadi sebuah karya yang penuh makna.
Aktivitas kreatif ini kemudian berkembang menjadi cara terapi mental untuk memulihkan luka batinnya secara mandiri.
Proses berkarya diakui Maisarah mampu memberikan ketenangan jiwa sekaligus ruang aman untuk menerima segala kekecewaan.
Tidak hanya pemulihan diri, Maisarah kini dikenal luas sebagai seorang aktivis seni yang vokal di lingkungan kampusnya.
Ia sering berkata pentingnya kesehatan mental melalui membuat karya-karya seni.
Melalui Maisarah terbukti bahwa patah hati tidak selamanya harus berakhir dengan keputusasaan.
Sebaliknya, energi negatif dari kegagalan asmara tersebut dapat dialihkan secara bijak untuk menghasilkan sesuatu yang berdampak positif bagi orang lain.
Kisah inspiratif Maisarah menjadi bukti nyata bahwa seni memiliki kekuatan sebagai sarana penyembuhan.
Kini, berkarya bukan hanya sebuah kegiatan seni melainkan sebuah wadah bagi mereka yang sedang berjuang menyembuhkan hati.
Reporter: Salsabila Ayu
Editor: Afifa Khairiyah
Leave a Reply