
Source : Unimal News
Lhokseumawe, 01/07/2026 – Tradisi tarek pukat masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pesisir di Aceh. Selain menjadi cara menangkap ikan, tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini juga menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong yang tetap dipertahankan hingga kini.
Di sejumlah wilayah pesisir Lhokseumawe, kegiatan tarek pukat melibatkan nelayan dan masyarakat yang bersama-sama menarik jaring dari laut ke daratan. Selain menghasilkan tangkapan ikan, tradisi ini juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
Salah seorang warga pesisir, Rafli, mengatakan bahwa tarek pukat memiliki makna lebih dari sekadar aktivitas mencari ikan.
“Menurut saya, tradisi tarek pukat bukan hanya soal mencari ikan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat pesisir. Dalam kegiatan ini, masyarakat bekerja sama dan saling membantu sehingga hubungan antarwarga menjadi lebih erat,” ujarnya.
Menurut Rafli, proses tarek pukat diawali dengan nelayan yang menebarkan jaring ke laut menggunakan perahu. Selanjutnya, masyarakat di pantai bersama-sama menarik jaring hingga ke daratan secara gotong royong.
Meski teknologi perikanan terus berkembang, sebagian masyarakat pesisir masih mempertahankan tradisi tersebut sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sosial, budaya, dan ekonomi.
Rafli berharap generasi muda terus menjaga tradisi tarek pukat agar semangat kebersamaan dan gotong royong tetap lestari di tengah perkembangan zaman.
Reporter: Nasa Aulia
Editor : Zulfiana
Leave a Reply