Pengajian Rutin Perkuat Nilai Sosial dan Kebersamaan Masyarakat Aceh

Suorce : Serambinews .com

Lhokseumawe, 26/06/2026— Di tengah perkembangan zaman, tradisi pengajian rutin masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Selain menjadi sarana memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga berperan mempererat hubungan sosial, menjaga silaturahmi, serta memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Di berbagai gampong di Kota Lhokseumawe, pengajian rutin masih dilaksanakan secara berkala dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah pembelajaran agama, tetapi juga menjadi ruang bertemu dan berinteraksi antarwarga.

Salah seorang warga Lhokseumawe, Husna, mengatakan bahwa pengajian memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kegiatan keagamaan. Menurutnya, kegiatan tersebut turut memperkuat hubungan sosial karena menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk saling mengenal dan menjaga silaturahmi.

“Kalau menurut saya, pengajian itu bukan cuma untuk belajar agama saja. Lewat pengajian, masyarakat juga bisa berkumpul, saling mengenal, dan mempererat silaturahmi. Jadi selain menambah ilmu, hubungan antarwarga juga semakin dekat,” ujar Husna, Kamis (26/6).

Husna menjelaskan bahwa pengajian rutin tetap dilaksanakan karena telah menjadi tradisi yang diwariskan secara turun-temurun di Aceh. Menurutnya, masyarakat merasakan manfaat kegiatan tersebut, baik dalam meningkatkan pemahaman agama maupun memperkuat kebersamaan di lingkungan.

Selain mendengarkan ceramah agama, peserta pengajian biasanya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bertukar kabar, berdiskusi, hingga membahas persoalan yang dihadapi masyarakat di lingkungan sekitar. Interaksi seperti ini membuat pengajian memiliki fungsi sosial yang tetap relevan hingga saat ini.

Menurut Husna, tujuan utama pengajian memang untuk meningkatkan pemahaman terhadap ajaran agama. Namun, nilai kebersamaan yang tumbuh melalui pertemuan rutin juga menjadi alasan mengapa kegiatan tersebut terus dipertahankan oleh masyarakat.

“Tujuan utamanya tentu untuk belajar dan memperdalam ilmu agama. Tapi selain itu, pengajian juga menjadi tempat masyarakat berkumpul, saling bertukar kabar, dan mempererat hubungan dengan sesama warga. Jadi bukan hanya ibadah, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan,” katanya.

Keberlangsungan pengajian rutin dinilai menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya masyarakat Aceh yang sarat dengan nilai religius dan sosial. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperkuat hubungan dengan Tuhan, tetapi juga menjaga kepedulian, persaudaraan, dan solidaritas antarsesama.

Husna berharap generasi muda dapat terus berpartisipasi dalam kegiatan pengajian agar tradisi tersebut tetap lestari.

“Kalau kegiatan seperti ini terus dijaga dan diikuti oleh semua kalangan, terutama anak muda, saya yakin nilai kebersamaan dan budaya masyarakat Aceh akan tetap terpelihara. Pengajian bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat mempererat silaturahmi,” tutupnya.

Reporter: Nasa Aulia

Editor : Zulfiana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *