Me Time Jadi Cara Mahasiswa Menjaga Keseimbangan di Tengah Padatnya Aktivitas Kampus

Lhokseumawe – Jadwal kuliah yang padat, tugas yang terus berdatangan, hingga kesibukan mengikuti organisasi membuat banyak mahasiswa mulai menyadari pentingnya menyisihkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Aktivitas sederhana seperti berjalan santai, membaca buku, menikmati kopi, mendengarkan musik, hingga mengurangi penggunaan media sosial menjadi pilihan untuk mengembalikan energi setelah menjalani rutinitas perkuliahan.

Bagi sebagian mahasiswa, me time bukan lagi sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan kesehatan diri. Di tengah tuntutan untuk tetap produktif, mereka memilih meluangkan waktu sejenak agar dapat kembali beraktivitas dengan pikiran yang lebih tenang. Berbagai kajian juga menunjukkan bahwa me time dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi.

Salah seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh, Atisa Mulia, mengatakan bahwa ia selalu berusaha menyediakan waktu untuk dirinya sendiri di sela-sela aktivitas kuliah.

“Menurut saya, me time itu penting. Saat tugas mulai banyak atau aktivitas sedang padat, saya biasanya memilih berjalan santai, mendengarkan musik, atau sekadar menikmati suasana di luar. Setelah itu pikiran terasa lebih segar dan saya jadi lebih fokus saat kembali mengerjakan tugas,” ujarnya.

Atisa menilai bahwa menyisihkan waktu untuk diri sendiri bukan berarti mengabaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa. Sebaliknya, me time justru membantunya menjaga semangat dan menghindari rasa jenuh akibat rutinitas yang padat.

Fenomena ini semakin banyak ditemui di kalangan mahasiswa. Di tengah tuntutan akademik dan berbagai kegiatan organisasi, mereka mulai memahami bahwa produktivitas tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak aktivitas yang dilakukan, tetapi juga kemampuan mengatur waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik maupun mental.

Dengan menerapkan me time secara bijak, mahasiswa diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan kesejahteraan diri sehingga tetap produktif tanpa mengabaikan kesehatan mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *