Gaya Hidup Konsumtif di Kalangan Mahasiswa: Antara Self Reward dan Gengsi Sosial

Lhokseumawe, 24 Juni 2026 – Fenomena gaya hidup konsumtif di kalangan mahasiswa semakin menjadi perhatian. Tidak sedikit mahasiswa, khususnya anak kos, yang menghabiskan sebagian besar uang mereka untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup dan melakukan self reward. Pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, hingga keinginan mengikuti tren menjadi faktor utama yang mendorong perilaku tersebut.

Aulia Rahma, mahasiswa Ilmu Komunikasi, mengungkapkan bahwa media sosial memiliki pengaruh besar terhadap pola konsumsi mahasiswa saat ini. Menurutnya, berbagai tren yang muncul di media sosial sering kali membuat mahasiswa terdorong untuk membeli barang atau mengikuti gaya hidup tertentu agar tidak dianggap ketinggalan zaman.

“Media sosial sangat berpengaruh karena banyak tren yang muncul dan membuat mahasiswa ingin ikut serta. Selain itu, ada juga dorongan untuk tampil menarik di lingkungan pertemanan,” ujar Aulia.

Ia menambahkan bahwa selain media sosial, teman sebaya juga menjadi faktor yang cukup dominan dalam membentuk gaya hidup konsumtif mahasiswa. Keinginan untuk diterima dalam kelompok pertemanan sering kali membuat mahasiswa rela mengeluarkan uang lebih demi menjaga citra dan gengsi.

Dalam memenuhi kebutuhan gaya hidup maupun self reward, mahasiswa umumnya menghabiskan uang di kafe, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, serta platform belanja daring. Aktivitas seperti nongkrong bersama teman, membeli makanan kekinian, hingga berbelanja secara online menjadi pilihan yang banyak dilakukan.

Aulia menjelaskan bahwa mahasiswa biasanya melakukan pengeluaran untuk self reward setelah menyelesaikan tugas kuliah, menghadapi ujian, atau ketika merasa jenuh dengan rutinitas perkuliahan. Momen setelah menerima uang bulanan dan adanya promo juga sering dimanfaatkan untuk berbelanja.

Meskipun memiliki keterbatasan finansial, khususnya bagi mahasiswa yang tinggal di kos, perilaku konsumtif masih banyak ditemukan. Menurut Aulia, hal tersebut disebabkan oleh keinginan untuk mengikuti tren, menjaga gengsi, serta kurangnya kemampuan dalam mengelola keuangan secara bijak.

Untuk menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan, Aulia menyarankan agar mahasiswa mulai membiasakan diri menyusun anggaran keuangan bulanan dan memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Ia juga menekankan pentingnya menabung secara rutin serta lebih selektif dalam mengikuti tren yang berkembang di media sosial.

“Dengan pengelolaan keuangan yang baik, mahasiswa tetap dapat menikmati self reward tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama atau mengalami kesulitan finansial di kemudian hari,” tutupnya.

Penulis: Nazwa Fitri Andini

Editor: Joan Ayurahmadani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *