
Source : Source: BPBD Lhokseumawe
Lhokseumawe , 24/06/2026— Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup masyarakat modern, budaya gotong royong tetap menjadi nilai sosial yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Aceh. Semangat kebersamaan, saling membantu, dan bekerja bersama demi kepentingan bersama masih menjadi bagian penting dalam berbagai aktivitas, baik di lingkungan masyarakat maupun instansi pemerintahan.
Nilai tersebut kembali terlihat dalam kegiatan gotong royong yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe. Seluruh pegawai BPBD, personel Tim Reaksi Cepat (TRC), serta anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) turun langsung membersihkan lingkungan kantor dan menata fasilitas kerja secara bersama-sama.
Sejak pagi hari, para personel tampak membawa berbagai peralatan kebersihan untuk membersihkan halaman kantor, memangkas rumput, merapikan taman, serta membersihkan sejumlah fasilitas yang digunakan dalam mendukung operasional pelayanan kepada masyarakat. Suasana yang biasanya dipenuhi aktivitas administrasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana berubah menjadi momen kebersamaan yang penuh keakraban.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarpersonel. Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta terlibat aktif tanpa memandang jabatan maupun bidang tugas masing-masing. Mereka bekerja bahu-membahu menyelesaikan berbagai pekerjaan yang ada, mencerminkan semangat gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Aceh.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Lhokseumawe, Yulizar, mengatakan bahwa menjaga kebersihan lingkungan kerja merupakan tanggung jawab bersama seluruh personel. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan suasana kerja yang lebih nyaman sekaligus mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Lingkungan kerja yang bersih dan nyaman akan berdampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan kebersihan, gotong royong juga menjadi media untuk membangun komunikasi yang lebih baik antarpegawai. Melalui kegiatan bersama seperti ini, setiap personel memiliki kesempatan untuk saling berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari. Kebersamaan yang terjalin tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan kerja sekaligus meningkatkan koordinasi ketika menghadapi berbagai tugas dan tantangan di lapangan.
Bagi BPBD, kekompakan merupakan salah satu modal utama dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Sebagai instansi yang bertanggung jawab dalam penanggulangan bencana dan penanganan keadaan darurat, koordinasi serta kerja sama yang baik antaranggota menjadi faktor penting dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan gotong royong dipandang sebagai salah satu cara sederhana namun efektif untuk memperkuat solidaritas internal.
Di Aceh, budaya gotong royong bukanlah hal yang baru. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Dalam berbagai kegiatan, mulai dari membangun rumah, membersihkan lingkungan, menggelar kenduri, hingga membantu warga yang mengalami musibah, semangat kebersamaan selalu menjadi landasan utama. Nilai-nilai tersebut mengajarkan pentingnya rasa peduli, tanggung jawab sosial, serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Meski zaman terus berkembang, budaya gotong royong tetap relevan untuk dipertahankan. Di tengah meningkatnya kesibukan dan kecenderungan individualisme, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan suatu pekerjaan sering kali lahir dari kerja sama dan kepedulian bersama. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, gotong royong juga mampu mempererat hubungan sosial serta memperkuat rasa persaudaraan.
Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kota Lhokseumawe menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh masyarakat Aceh masih dapat diterapkan dalam lingkungan kerja modern. Semangat kebersamaan yang dibangun melalui gotong royong menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana kerja yang harmonis, sekaligus mendukung kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Saat sirene belum berbunyi dan keadaan masih berjalan normal, para personel BPBD memanfaatkan waktu untuk memperkuat kebersamaan. Dari kegiatan sederhana seperti membersihkan lingkungan kantor, tumbuh semangat gotong royong yang menjadi kekuatan bersama. Sebab, sebelum hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat, mereka terlebih dahulu membangun solidaritas dan kekompakan di lingkungan kerja mereka sendiri.
Reporter: Raisa Salsabila
Editor : Zulfiana
Leave a Reply