
Lhokseumawe, 23 Juni 2026 – Kesadaran akan pentingnya lingkungan kini mendorong banyak mahasiswa untuk mengadopsi gaya hidup berkelanjutan. Fenomena ini semakin diminati oleh generasi muda yang ingin berperan dalam mengurangi dampak negatif terhadap alam.
Berbagai cara yang dilakukan mahasiswa untuk menerapkan gaya hidup berkelanjutan antara lain membawa tumbler sendiri, meminimalkan pemakaian plastik sekali pakai, membeli barang-barang yang ramah lingkungan, dan memanfaatkan barang bekas yang masih bisa digunakan.
Fitriyani mahasiswi Universitas Malikussaleh (Unimal), berpendapat bahwa gaya hidup berkelanjutan bukan hanya sekedar fad, tetapi juga sebagai wujud perhatian terhadap kelangsungan lingkungan di masa depan.
“Generasi muda sekarang mulai menyadari bahwa kebiasaan sederhana seperti membawa botol air sendiri atau mengurangi pemakaian plastik dapat memberi dampak positif bagi lingkungan,” Ujar Fitriyani , Selasa (23/6)
Namun, Fitriyani juga mengakui bahwa masih ada hambatan dalam menerapkan gaya hidup ini, terutama karena beberapa produk ramah lingkungan cenderung lebih mahal dibandingkan produk konvensional.
Dengan meningkatnya kesadaran di kalangan generasi muda, diharapkan gaya hidup berkelanjutan tidak hanya menjadi tren sementara, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Jurnalis: Nia Amelia
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply