
Bireuen, (22/06/2026) – Tren gaya hidup di kalangan mahasiswa terus berkembang seiring pesatnya penggunaan media sosial. Berbagai aktivitas yang sedang populer kerap diikuti oleh mahasiswa, mulai dari olahraga hingga tren lainnya, sebagai bentuk penyesuaian diri dengan lingkungan sosial.
Salah satu fenomena yang saat ini banyak terlihat adalah meningkatnya minat mahasiswa terhadap aktivitas olahraga. Selain untuk menjaga kesehatan, olahraga juga menjadi bagian dari gaya hidup yang sering dibagikan melalui media sosial. Fenomena tersebut dapat dijumpai di berbagai lingkungan mahasiswa, termasuk di Kota Banda Aceh.
Siva Nariska, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023 Universitas Syiah Kuala, menilai bahwa tren olahraga yang berkembang di kalangan mahasiswa tidak terlepas dari fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal dari tren yang sedang ramai diperbincangkan.
“Banyak mahasiswa yang menunjukkan bahwa dirinya produktif dengan melakukan berbagai jenis olahraga. Fenomena ini dapat dilihat di lingkungan saya sendiri di Banda Aceh,” ujar Siva.
Menurutnya, lingkungan pertemanan menjadi salah satu faktor yang membuat mahasiswa mudah terpengaruh oleh tren tertentu. Banyak mahasiswa mengikuti apa yang sedang dilakukan teman-temannya karena tidak ingin dianggap ketinggalan zaman atau kurang mengikuti perkembangan yang sedang populer.
Selain itu, media sosial juga memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir mahasiswa terhadap gaya hidup. Berbagai konten yang menampilkan aktivitas tertentu sering kali mendorong mahasiswa untuk melakukan hal yang sama agar tetap merasa relevan dengan lingkungannya. Ketika suatu tren sedang marak, mahasiswa cenderung terdorong untuk ikut mencobanya karena khawatir tertinggal dari orang lain.
Fenomena ini menunjukkan bahwa gaya hidup mahasiswa saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan pribadi, tetapi juga oleh lingkungan sosial dan perkembangan media digital. Oleh karena itu, mahasiswa perlu lebih bijak dalam menyikapi tren yang muncul agar dapat mengambil manfaat positif tanpa harus terjebak pada tekanan sosial atau sekadar mengikuti arus yang sedang berkembang.
Penulis: Diva Zayana
Editor: Joan Ayurahmadani
Leave a Reply